BREAKING NEWS
 

Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (27)

Ka’bah Sebagai Rumah Pembebasan Atau Baitun ’Atiq

Sabtu, 14 Juni 2025 05:46 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ka’bah juga dikenal sebagai rumah pembebasan (bait al-‘atiq). Disebut demikian karena kehadiran bangunan suci Ka’bah sesungguh­nya adalah simbol pembebasan. Ketika Adam dan Hawa melanggar peraturan syurga lalu keduanya dijatuhkan ke bumi penderitaan dari langit kebahagiaan, pada saat itulah Allah SWT menginstruksikan Malaikat untuk membuatkan rumah pertobatan atau rumah pembebasan bagi Adam dan Hawa. Ka’bah adalah makhluk syurgawi yang diu­tus untuk menjemput anak manusia di bumi penderitaan, untuk kembali ke syurga kebahagiaan.

Ka’bah ber­fungsi untuk menenangkan kembali hati dan pikiran Adam dan Hawa beserta anak cucunya yang jiwanya bergejolak akibat khilaf yang mereka lakukan.

Baca juga : Makna Simbolik Ka`bah

Yang lebih penting, Ka’bah mendekatkan kembali anak manusia setelah berjauhan dari Tuhannya. Tidak ada bentuk penderitaan paling pedih selain hamba berjarak dengan Tuhannya. Itulah sebabnya Allah SWT menurunkan sebuah ayat dalam rangkaian drama kos­mik di surah Al-A’raf berikut ini: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat (QS Al-A’raf/ 7:26).

Jalan penyelamatan setelah tersesat karena pelanggaran ialah menutupi au­rat sebagai simbol dosa dan kemaluan. Penutup aurat dan sekaligus dilengkapi dengan perhiasan dan aksesoris ialah pakaian ketakwaan (libas al-taqwa). Pakaian ketakwaan inilah yang mampu menutupi aurat kelemahan dan dosa kita sebagai umat manusia.

Adsense

Baca juga : Makna Simbolik Kejatuhan Adam Dan Hawa

Renungkan kembali ketika kita mandi ihram sebelum menunaikan haji. Kita telanjang bulat. Kemudian kita membersihkan diri dengan air dalam bentuk mandi sunat untuk ihram. Setelah itu, kita menggunakan pakaian khusus yang membalut lekuk-lekuk tubuh kita. Sepotong kain ihram putih tak berjahit, sekaligus mengingatkan kita sebagai pakaian di dalam liang lahat.

Tidak ada satupun menyertai kita selain selembar kain itu. Tidak ada atribut, tanda pangkat dan jabatan. Tidak ada juga berbagai jenis harta kekayaan yang kita miliki. Pakaian ketakwaan tidak pernah hancur bersama hancurnya tubuh sekalipun. Pakaian ini yang menyertai dan sekaligus membela kita sepan­jang zaman di akhirat kelak.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense