Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ka’bah berasal dari akar kata ka’aba-ya’ubu-ku’uban berarti menonjol, penuh, padat berisi atau montok. Dari kata itu membentuk kata ‘ka’aba (membuat berbentuk kubus) dan ka’bah berarti ruas, kubus, atau bangunan bersegi empat. Ka’bah juga bisa berarti kemuliaan, keluhuran, dan kebesaran (al-syarf wa al-majd).
Ka’bah secara fisik merupakan bangunan berbentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram, Makkah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi umat Islam. Ka’bah menjadi patokan arah kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia. Ka’bah juga merupakan bangunan yang wajib dikunjungi pada saat musim haji dan umrah.
Baca juga : Makna Simbolik Kejatuhan Adam Dan Hawa
Ka’bah berukuran 13,10 meter tinggi dengan sisi 11,03 meter x 12,62 meter. Jika kita menggunakan GPS, maka posisi Ka’bah terletak pada 21°25‘21.2“ Lintang Utara, 039°49‘34.1“ Bujur Timur dan Elevasi 304 meter.
Ka’bah dianggap sebagai pusat gravitasi spiritual karena seluruh jamaah haji melakukan tawaf, yakni memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali sambil memberikan pengakuan kebenaran Ilahi. Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika lak. Ka’bah oleh kalangan ahli tarekat dianggap sebagai miniatur al-Dhurah yang dibangun di Baitul Ma’mur dan al-Daurah sendiri dianggap miniatur ‘Arasy, Istana Tuhan. Semenjak di Arasy, para malaikat selalu melakukan tawaf mengitari ‘Arasy sampai Allah SWT memindahkannya ke Baitul Ma’mur yang di dalamnya sudah dibangunkan al-Daurah.
Baca juga : Memaknai Simbol-simbol Haji
Pemindahan ini terkait dengan “kelancangan” malaikat mempertanyakan kebijakan Allah SWT tentang rencana penciptaan manusia, sebagaimana diuraikan di dalam QS Al-Baqarah/2:30 dan seterusnya.
Setelah itu, Allah SWT menciptakan miniatur ‘Arasy bernama al-Dhurah di Baitul Ma’mur. Kemudian para Malaikat diminta melanjutkan tawafnya di tempat baru itu. Di tempat ini pula Adam dan Hawa pernah bergabung dengan malaikat melaksanakan tawaf.
Baca juga : Dari Tuhan Menuju Makhluk Dengan Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq)
Setelah Adam dan Hawa membuat pelanggaran di surga, maka Allah SWT pun memindahkan Adam dan Hawa ke bumi dan di sana dibangunkan miniature al-Dhurah bernama Ka’bah. Di sinilah Adam bersama anak cucunya melanjutkan tradisi thawaf itu mengelilingi Ka’bah sebagai miniatur ‘Arasy atau ‘Istana Tuhan.’
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.