BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (17)

Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 3)

Selasa, 12 Agustus 2025 06:04 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Ini mengisyaratkan sebuah road map ideal. Ilmu dan agama harus terintegrasi. Tidak boleh ilmunya dominan tetapi agamanya tenggelam, sebagaimana yang terjadi pada periode pertama tadi. Tidak boleh juga agamanya lebih dominan dan meninggalkan ilmu pengetahuan sebagaimana yang terjadi pada periode kedua. Iqra’ tanpa bi ismi Rabbik bisa menjadi malapetaka kemanusiaan. Demikian pula sebaliknya. Mungkin ayat inilah yang mengispirasi Albert Einstein yang pernah membuat statmen mengejutkan: “Ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu lumpuh”.

Arah kesimpulan buku Prof Hull seolah ingin menguatkan QS al-Fath/ 110.

Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 2)

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

Periode kelima ini terbentang peluang besar dunia Islam. Siapkah mereka untuk naik panggung dalam sejarah peradaban dunia, tergantung kesiapan umat Islam sendiri. Bagaimana kita menerjemahkan ajaran Islam sehingga dapat diterima semua pihak (rahmatan lil ‘alamin) dan pada sisi lain bagaimana umat Islam mampu menampilkan diri tidak menjadi ancaman terhadap orang selainnya. Di sinilah peran besar umat Islam Indonesia bisa menampilkan diri sebagai kiblat peradaban baru dunia Islam.

Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof LWH Hull (Bagian 1)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 12 Agustus 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (17) Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 3)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense