Tausiah Politik
Sebelumnya
Dari cuplikan sejarah di atas, dapat difahami bahwa Islam sepertinya tidak memiliki suatu sistem yang baku di dalam hal penentuan siapa sumber dan pelaksana kekuasaan, apa dasarnya, bagaimana cara menentukan dan kepada siapa kewenangan melaksanakan kekuasaan itu diberikan, kepada siapa pelaksana itu bertanggung jawab, dan bagaimana bentuk tanggung jawabnya.
Pertanyaan seperti ini ditambah dengan pengalaman sejarah Nabi dan para sahabat dan penerusnya mempersulit setiap orang yang akan memikirkan sebuah konsep negara Islam. Sejarah suksesi dalam Islam tidak linial dan tidak tunggal melainkan beragam.
Baca juga : Proto Peradaban Islam (5) Periode Usman bin Affan (574-656M)
Tidak adanya penjelasan apalagi ketegasan mengenai suksesi di dalam Islam menjadi isyarat bahwa urusan suksesi adalah masalah kontemporer dan terkait dengan obyektivitas perkembangan masyarakat.
Masalah suksesi dapat dikategorikan sebagai urusan duniawi yang dalam penyelesaiannya Nabi pernah mengatakan: Antum a’lamu bi umuri dunyakum (kalian lebih tahu menyangkut urusan keduniaannya).
Baca juga : Proto Peradaban Islam (5) Periode Usman bin Affan (574-656 M)
Siapa tahu dan kita berharap, Indonesia bisa menyumbangkan model suksesi yang ideal bagi setiap negara, khususnya negara-negara muslim. Kredibilitas pemilu akan ikut menentukan obsesi itu.
Perkembangan peradaban pada masa ini dengan sendirinya diwarnai oleh ketegangan antar regional. Lawan politiknya, Muawiyah bin Abi Sufyan berbasis di Syiria dengan peradaban yang banyak dipengaruhi peradaban klasik di sekitarnya seperti Mesir dan Romawi.
Baca juga : Proto Peradaban Islam (4) Periode Umar bin Khathab (584-644 M)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 7 September 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (26) Proto Peradaban Islam (6) Periode Ali bin Abi Thalib (599-661M)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.