BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (32)

Karya Peradaban Islam: Penemuan Astrolabe

Minggu, 14 September 2025 06:19 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Penemuan lain yang layak disyukuri dunia keilmuan modern ialah sumbangan ilmuan muslim dalam bidang astrolabe. Temuan ini sesungguhnya hampir sama bidang kajian astronomi. Hanya saja astrolabe lebih spesifik dan dapat dikatakan bagian dari astronomi dalam arti umum.

Astrolabe adalah pengukuran secara spesifik dengan menggunakan sistem peralatan tertentu di dalam menyelesaikan problem yang berhubungan dengan waktu dan posisi matahari dan bintang. Dengan kecanggihan ilmu komputer sekarang ini, maka dunia astrolabe semakin canggih. Sekarang sudah dapat ditemukan berbagai program astrolabe, termasuk yang paling canggih saat ini Astrolabe Planispheris.

Namun demikian, astrolabe yang paling pertama dibuat pada 1500 tahun lalu oleh ilmuan Islam. Ketika dunia Islam menguasai Andalusia (Spanyol) sekitar abad ke 12M, sudah ditemukan tidak kurang dari 800 astrolabe dengan tingkat akurasi yang tinggi. Berbagai spesifik astrolabe sudah digunakan di sejumlah laboratorium, bukan hanya untuk keperluan mengajar tetapi juga untuk kebutuhan praktis, misalnya untuk melihat dan menganalisis benda-benda langit guna keperluan penentuan waktu dan selanjutnya untuk kepentingan pertanian, pelayaran dan penentuan musim.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Astronomi

Astrolabe juga sering juga digunakan untuk kepentingan astrologi, yang dihubungkan dengan ramalan nasib seseorang. Karya-karya monumental ilmuwan muslim di abad pertengahan ini diakui oleh para ilmuan fisika dunia Barat.

Faktor-faktor yang mendorong berkembangnya asrolabe di dalam dunia Islam ialah:

1) Kebutuhan ketepatan waktu sangat diperlukan untuk pelaksanaan shalat lima waktu dan imsak, yaitu Shalat Subuh, Shalat Dhuhur, Shalat Ashar, Shalat Isya, dan Imsak, batas waktu untuk memulai puasa, baik puasa sunnat seperti Senin dan Kamis maupun puasa Ramadhan.

Adsense

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Angka Praktis

2) Kebutuhan ketepatan arah kiblat, agar shalat yang seharusnya menghadap ke kiblat tidak salah arah. Termasuk juga pada pembangunan masjid dan mushalah, sangat penting penggunaan alat-alat ukur seperti astrolabe ini.

3) Kebutuhan untuk penentuan kepastian terwujudnya hilal (wujud al-hilal) guna penentuan tanggal 1 Ramadhan untuk menentukan puasa Ramadhan, tanggal 1 Syawal untuk penentuan hari raya Idul Fitri, dan tanggal 1 Zulhijjah untuk penentuan Idul Adha pada tanggal 10 Zulhijjah.

4) Untuk keperluan navigasi para saudagar dan muballig muslim yang terkenal berani menembus ganasnya ombak laut dan panas teriknya padang pasir. Kebutuhan-kebutuhan praktis seperti ini mendorong para ilmuan Islam untuk senantiasa berkreasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense