BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (34)

Karya Peradaban Islam: Optik

Selasa, 16 September 2025 06:28 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu temuan besar dalam peradaban Islam ialah dunia optik, atau biasa dikenal dengan kaca cekung atau cembung. Penemu ilmu optik paling historical ialah Ibn Haitsam yang bernama lengkap Abu ‘Ali al-Hasan ibn al-Haitsam al-Bashri al-Mishri, atau di Barat lebih dikenal dengan nama Alhazen, lahir di Bashrah tahun 965 dan wafat di Kairo pada tahun 1039.

Ia mengembangkan kariernya sebagai ilmuwan sejati dalam masa pemerintahan Al-Hakim Ibn Amir Abdullah dari Dinasti Fatimiyah. Namanya mulai dikenal ketika ia diundang ke Mesir, pusat kerajaan Fatimiyah, untuk memecahkan persoalan banjir di sungai Nil, walaupun pada akhirnya tidak berhasil memecahkan persoalan itu.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Aljabar

Namanya sangat tersohor sebagai penemu misteri optik. Tidak heran jika kemudian ia digelar sebagai Bapak Optik. Nama besarnya diakui oleh Professor George Sarton dari Harvard University dalam buku monumentalnya “A History of Science” menulis panjang lebar tentang peran ilmuan muslim di abad pertengahan yang sedemikian luar biasa. Termasuk yang dikagumi dalam buku itu ialah Ibn Haitsam, yang disebutnya sebagai The Greatest Muslim Physicist and One of The Greatest Students of Optics all Time.

Sebenarnya Ibn Haitsam keahliannya bukan hanya optik tetapi juga matematika dan fisika. Ia disebut Bapak Optik karena berhasil memecahkan problem optik dengan analogi matematik tingkat empat yang sampai sekarang masih diabadikan dengan Alhazen’s Problem.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Astrolabe

Inti problem itu ialah sebuah kaca yang berbentuk silinder cekung bulat atau cembung bundar, dapat digunakan untuk mencari di mana letak sebuah benda. Dari kaca tersebut dapat diperoleh pantulan cahaya pada mata yang letaknya tertentu.

Ibn Haitsam kemudian mengembangkan fungsi optik yang ditemukannya untuk memecahkan berbagai problem lain. Termasuk ia mengubah telaah optik yang sebelumnya didasarkan atas teori Euclide dan Ptolemeus menjadi sains yang betul-betul baru. Ibn Haitsam juga mengevaluasi teori Euclides-Ptolemeus yang beranggapan bahwa benda terlihat karena mata memancarkan sinar kepada benda.

Adsense

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Astronomi

Ia menegaskan dengan melalui berbagai eksperimen bahwa sinar cahaya bergerak mulai dari obyek dan berjalan menuju mata. Benda terlihat karena ia memantulkan sinar ke mata. Teorinya inilah kelak menjadi cikal bakal temuan rekayasa optik yang hingga sekarang sudah sedemikian fantastik.

Teori ini pun juga mempunyai andil di dalam penelaahan anatomi dan penyakit mata. (Lihat dalam Husain Heriyanto, Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam, 2011).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense