Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Sehubungan berita berbagai media massa tentang peningkatan pasien dengan gejala flu di Jakarta dan sekitarnya di hari-hari sekarang ini, maka setidaknya ada lima hal yang dapat kita analisa lebih lanjut.
Pertama, ternyata Malaysia juga sedang mengalami peningkatan pasien dengan gejala flu. The Straits Times, 14 Oktober 2025 menurunkan berita bahwa sekitar 6.000 siswa di Malaysia terinfeksi influenza, dan bahkan sebagian sekolah di sana harus ditutup, demi keselamatan anak-anak dan juga guru serta staf sekolah. Disebutkan juga bahwa pada minggu sebelumnya Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 97 kluster influenza di seluruh negaranya, meningkat dari hanya 14 di satu minggu sebelumnya lagi.
Menurut laporan The Star, Selangor menjadi wilayah dengan jumlah klaster influenza tertinggi saat ini, yakni 43 klaster, disusul Kuala Lumpur dan Putrajaya (15), Penang (10), Johor (9), serta Kedah (5). Sebagian besar klaster influenza ini terjadi di sekolah dan taman kanak-kanak. Kementerian Pendidikan Malaysia telah meminta seluruh sekolah untuk memperketat langkah pencegahan dan pengendalian flu, termasuk mendorong penggunaan masker, mengurangi aktivitas interaktif berskala besar, dan memastikan ventilasi ruang kelas yang baik. Direktur Jenderal Malaysia Mohd Azam Ahmad juga menyebutkan bahwa mereka sudah punya pengalaman panjang mengendalikan penyakit menular dari pengalaman menangani Covid-19 yang lalu.
Baca juga : Keracunan Karbon Monoksida
Hal kedua, berita peningkatan kasus di dalam negeri dan angka sampai ribuan kasus di negara tetangga ini tentu harus membuat kita waspada. Kita tentu tidak perlu khawatir berlebihan, tetapi juga tidak dapat mengabaikannya begitu saja dan mengambil beberapa langkah yang perlu kita lakukan di dalam negeri.
Hal ketiga, langkah pertama adalah melihat data surveilans klinik yang dimiliki Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Data ini akan menunjukkan trend penyakit dari waktu ke waktu, apakah ada peningkatan, mulai kapan sebenarnya peningkatan terjadi, di mana awal mula peningkatan kasus, peningkatan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, adakah peningkatan kasus RS dan apalagi ICU dll. Tentu yang dianalisa adalan surveilans ILI (Influenza Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection).
Dengan data lengkap seperti ini maka tindakan pengendalian dapat dilakukan dengan baik. Juga hasilnya perlu diinformasikan ke masyarakat luas.
Baca juga : UHC Dan Lima Program Kesehatan Paru
Keempat, juga harus di analisa data virologik, mikrobiologik dan juga genomik untuk tahu virus atau bakteri apa yang sekarang sedang mendominasi. Juga harus dipastikan apakah merupakan virus Influenza A dan B misalnya, apa galurnya dan atau adakah sesuatu yang baru yang perlu diwaspadai.
Kelima, untuk masyarakat luas ada empat hal yang perlu dilakukan. Kesatu, kalau ada gejala seperti flu maka baik untuk jaga kondisi, pakai masker supaya tidak menulari orang lain, bila perlu istirahat dll. Kedua, berkonsultasilah ke petugas kesehatan bila sakit memberat. Ketiga, kenali dan laporkan segera bila dalam suatu lingkungan (rumah, kantor, sekolah dan lain-lain.) ada beberapa orang dengan gejala yang sama apalagi kalau berat dan mendadak. Inilah yang disebut dengan klaster, yang bukan tidak mungkin jadi awal peningkatan kasus di waktu berikutnya. Keempat, tentang vaksinasi flu, memang dapat saja diberikan utamanya pada lansia atau mereka dengan komorbid dan atau dengan daya tahan tubuh yang rendah.
Penyakit saluran napas memang mudah menular, antar orang dan bukan tidak mungkin antar negara juga. Kita perlu waspadai tentang penyebab peningkatan kasus, apakah memang karena virus influenza A atau B yang sudah lama kita kenal, atau tentu perlu juga dianalisa mendalam tentang ada tidaknya kemungkinan virus atau bakteri jenis yang baru.
Baca juga : Deklarasi “TB Warriors” Di Kemenko PMK
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes dan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 Persatuan Rumah Sakit se Indonesia dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.