Dark/Light Mode

UHC Dan Lima Program Kesehatan Paru

Kamis, 9 Oktober 2025 07:19 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka (RM.id) pada 8 Oktober 2025 menurun­kan berita berjudul “Prabowo Lantik Benjamin Paulus Jadi Wamenkes, Wiyagus Wamen­dagri”. Sebagai Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, saya tentu menyambut baik dan menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya ­Benyamin Paulus, seorang dokter ­spesialis paru, sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

Pelaksanaan tugas Wakil Menteri merupakan bagian dari koordinasi dengan Menteri Kesehatan terkait area dan ruang lingkup kerjanya. Tantangan kesehatan kita jelas tidak ringan. Dengan pende­katan internasional, yang ­perlu diterapkan adalah konsep Universal Health Coverage (UHC), seluruh warga dapat memperoleh pelayanan kese­hatan yang dibutuhkan tanpa membebani kantong mereka.

Dalam penerapan UHC, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, pelayanan kesehatan harus mencakup seluruh spektrum, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Kedua, bentuk pelayanannya harus bermutu. Ketiga, layanan tersebut harus menjangkau seluruh rakyat, di mana pun mereka berada, sesuai dengan konsep “health for all” yang sudah dikenal sejak Deklarasi Alma Ata pada tahun 1978.

Baca juga : Deklarasi “TB Warriors” Di Kemenko PMK

Selain berbagai tugas dan tanggung jawab luas sebagai Wakil Menteri Kesehatan di bawah kepemimpinan Menteri Kesehatan, sebagai dokter ­spesialis paru, kita tentu berharap ada lima program kesehatan paru yang menjadi perhatian, bersamaan dengan berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.

Program pertama tentu terkait Tuberkulosis (TB). Indo­nesia adalah penyumbang kasus TB kedua terbesar di dunia, dan TB juga termasuk salah satu target Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Program pengendalian TB sudah dikenal secara internasio­nal maupun dari pengalaman negara lain dan pengalaman kita sendiri, sehingga dapat diimplementasikan di lapangan. Target eliminasi tuberkulosis di Indonesia pada 2030 juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDG) untuk menghentikan epidemi tuberkulosis dunia pada 2030.

Program kedua adalah pengen­dalian penyakit infeksi paru, seperti ISPA dan pneumonia, yang merupakan masalah kesehatan sehari-hari. Penyakit paru termasuk dalam kategori emerging/reemerging diseases yang harus diantisi­pasi secara seksama. Jika terjadi pandemi di masa depan, salah satu kemungkinan utamanya adalah penyakit paru.

Baca juga : Kapan Gejala Keracunan Makanan Muncul

Program ketiga adalah penanganan penyakit paru tidak menular, seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), yang berdampak pada kesakitan, menurunnya produktivitas kerja, bahkan kematian.

Program keempat adalah penanggulangan masalah merokok. Asap rokok mengan­dung ribuan bahan kimia dan berhubungan dengan berbagai penyakit, baik di paru-paru maupun organ tubuh lainnya. Program kelima mencakup berbagai masalah paru lainnya, seperti penyakit paru akibat kerja, dampak polusi udara, ­penyakit paru interstitial, hingga interventional pulmonology.

Kita semua tentu berharap Kementerian Kesehatan, bersama pemangku kepentingan terkait, organisasi profesi ke­sehatan, serta masyarakat, dapat sukses dalam meningkatkan derajat kesehatan bangsa, termasuk kesehatan paru dan sistem pernapasan.

Baca juga : Hasil Laboratorium Keracunan Makanan

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama
- Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
- Mantan Dirjen Pengen­dalian Penyakit Kemenkes dan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024
- Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 dari Persatuan Rumah Sakit se-Indonesia
- Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.