Dark/Light Mode

Deklarasi “TB Warriors” Di Kemenko PMK

Selasa, 7 Oktober 2025 07:15 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Saya menyampaikan presentasi singkat tentang tuberkulosis di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada suatu acara unik, yaitu PMK ­Senergi, Senin Berenergi, pada 6 ­Oktober 2025.

Ada lima hal yang saya sampaikan. Pertama, sejarah tuberkulosis yang ditemukan pada tahun 1882 oleh Robert Koch. Kedua, penularan tuberkulosis yang pada dasarnya bersifat airborne atau melalui udara. Jika masuk ke tubuh manusia, TB tidak hanya menye­rang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti tulang, payudara, atau selaput otak.

Ketiga, saya menegaskan kembali bahwa TB dapat diobati dan disembuhkan. Keempat, saya menyampaikan bahwa Indonesia kini menempati peringkat kedua kasus TB terbanyak di dunia, padahal ­beberapa tahun lalu masih ­berada di peringkat ketiga. Kelima, dengan ber­bagai tantangan yang ada, kita sebenarnya sudah memiliki dua senjata yang sangat pen­ting, yaitu Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, dan fakta bahwa Penuntasan Tuberkulosis kini menjadi salah satu Quick Win Presiden untuk tahun 2025.

Baca juga : Kapan Gejala Keracunan Makanan Muncul

Saya menutup presentasi dengan tiga kata kunci WHO untuk pengendalian TB, yaitu “Commit, Invest, and Deliver.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. ­Pratikno, M.Soc.Sc., menyampaikan arahan yang sangat bernas dan strategis dalam acara ini, yang mencakup lima hal. Pertama, beliau mengingatkan besarnya masalah tuberkulosis di Indonesia yang kini berada di peringkat kedua dunia. Ke­dua, Menko PMK menegaskan bahwa penanganannya cukup kompleks, tidak hanya dari aspek klinis kesehatan, tetapi juga melibatkan banyak aspek lain seperti sosial, stigma, dampak terhadap pekerjaan, hukum, dan budaya.

Ketiga, beliau menekankan pentingnya kerja bersama dari pusat hingga daerah. Dalam berbagai pertemuan dengan kepala daerah, Pak Menko selalu menyampaikan pentingnya masalah tuberkulosis dan memperkuat Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB). Disampaikan pula bahwa meskipun dukungan kelembagaan dan ketersediaan obat sudah memadai, per­gerakan implementasi hingga tingkat bawah masih perlu ditingkatkan.

Baca juga : Hasil Laboratorium Keracunan Makanan

Keempat, Menko PMK menyo­roti kegiatan lintas sektor di tingkat pemerintah pusat. Beliau mengatakan, “Saya sangat sedih dengan kondisi TB di Indonesia. Dan itu sudah masuk dalam PHTC Bapak Presiden. Saya sudah menghadap dua minggu yang lalu ­untuk mainstreaming isu ini, dan kami juga sudah mengu­sulkan agar dibahas dalam rapat terbatas kabinet supaya menjadi concern lintas kementerian dan lembaga, dari atas sampai ke bawah.”

Kelima, Menko PMK secara tegas memberi arahan agar seluruh jajaran Kemenko PMK melakukan berbagai kegiatan di setiap deputi untuk menyukseskan Penuntasan Tuberkulosis, yang merupakan salah satu Quick Win Presiden tahun 2025 dan dikoordinasikan oleh Kemenko PMK.

Sebagai salah satu wujud nyata arahan kelima tersebut, acara PMK Senergi, Senin Berenergi pada 6 Oktober 2025 ditutup dengan “Deklarasi TB Warriors”, yang dibacakan bersama oleh seluruh jajaran Kemenko PMK. Mulai dari Pak Menko hingga seluruh staf di bawah beliau.

Baca juga : 6 Anjuran Di Hari Paru Sedunia 2025

Sebagai dokter spesialis paru yang sudah lama berkecimpung dalam penanganan tuberkulosis, baik dari aspek klinis, kesehatan masyarakat, kebijakan nasional, maupun internasional, saya sangat ­terkesan dengan acara dan deklarasi ini. Semoga pengendalian tuberkulosis di negeri kita akan menjadi semakin baik di waktu-waktu mendatang.

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
- Mantan Dirjen Pengen­dalian Penyakit Kemenkes dan -
Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara -
Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024, Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 dari Persatuan Rumah Sakit se-Indonesia, dan Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.