BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (72)

Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Razi

Selasa, 4 November 2025 06:09 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Al-Razi, yang di Barat lebih populer dengan nama Razes, bernama lengkap Abu Bakar Muhammad ibn Zakariya. Ia lahir di Rey, sebelah selatan Iran, pada tahun 250 H/854 M dan wafat pada 313 H/925 M. Ia mempelajari ilmu kedokteran di bawah bimbingan Ali ibn Sahl Rabban al-Tabari, seorang dokter dan filsuf terkenal pada zamannya.

Nama Al-Razi mulai dikenal luas ketika ia memimpin Rumah Sakit Rey, sebuah rumah sakit percontohan yang banyak dijadikan rujukan oleh berbagai negara.

Kemudian Al-Razi meninggalkan Rey dan pindah ke Bagdad. Di sana ia memimpin Rumah Sakit Bagdad di bawah pemerintahan Khalifah al-Muktafi. Setelah khalifah yang mengagumi Al-Razi itu wafat (295 H/907 M), ia kembali ke Rey dan memimpin sekolah tinggi ilmu kedokteran.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Sina

Dari sinilah nama Al-Razi semakin harum sebagai ahli kedokteran, filsuf, ahli kimia, biologi, fisika, sekaligus ulama yang memahami ilmu fikih.

Menariknya, sebelum terkenal sebagai dokter dan filsuf, Al-Razi sudah dikenal sebagai seniman yang mahir memainkan alat musik dan menciptakan syair.

Orisinalitas keilmuan Al-Razi banyak dipuji para ilmuwan. Salah satu contoh unik ialah ketika Al-Razi diminta oleh Raja Daulah Bani Buwaihi untuk mendirikan rumah sakit di Bagdad. Ia meminta agar seekor kambing disembelih, lalu dagingnya digantung di berbagai lokasi di kota tersebut.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Jazari

Empat hari kemudian, ia memeriksa daging-daging itu dan menentukan lokasi di mana daging paling awet dan paling lambat membusuk. Di tempat itulah kemudian dibangun rumah sakit. Rumah sakit yang diberi nama Adhudi ini dibangun dengan anggaran yang sangat besar pada masanya.

Adsense

Sebagaimana disebutkan dalam artikel sebelumnya, rumah sakit yang pernah dipimpin Al-Razi dijadikan rumah sakit percontohan. Di dalamnya tidak hanya terdapat kamar pemeriksaan dan ruang rawat inap, tetapi juga dilengkapi dengan tidak kurang dari 24 dokter, perpustakaan dengan koleksi buku kedokteran yang lengkap, apotek, gudang, dapur, dan kantin.

Rumah sakit ini dianggap sebagai rumah sakit pertama yang memenuhi standar rumah sakit modern, sekaligus rumah sakit pendidikan pertama dalam sejarah. Menariknya, pelayanan di rumah sakit ini diberikan secara gratis bagi pasien yang tidak mampu, tanpa perbedaan kualitas layanan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense