Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Beberapa waktu lalu penulis mengunjungi Stadion Inter Milan di Italia, yang presidennya adalah seorang warga negara Indonesia, yaitu Eric Thohir. Ketika kami bersama teman-teman ngopi di Starbucks tidak jauh dari stadion, seorang pemuda menyapa kami, “Indonesia?” Kami menjawab, “Yes.”
Pemuda tadi kemudian bercerita tentang Pak Eric yang sedang memimpin tim kesayangannya, Inter Milan. Ia mengatakan bahwa pengaruh Eric Thohir di mata masyarakat Italia sangat besar karena di bawah sentuhannya Inter Milan semakin mendunia.
Baca juga : Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Australia
Ia juga menyampaikan bahwa dalam salah satu polling mengenai tokoh paling berpengaruh di Italia, Eric Thohir berada tepat di bawah Presiden Italia, Sergio Mattarella.
Tentu saja daya tarik Indonesia di mata orang Italia bukan hanya Eric Thohir dengan Inter Milannya, tetapi juga berbagai keistimewaan lain, termasuk keindahan alam, kerukunan antarumat beragama, serta kemajuan ekonominya.
Baca juga : Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Rusia
Tidak heran jika Italia menjadi salah satu negara dengan jumlah wisatawan yang cukup banyak berkunjung ke Indonesia. Mereka juga kagum dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk kemajuan para pelaku usaha papan atasnya.
Dalam lintasan sejarah, beberapa kota penting di Italia pernah menjadi bagian dari kekuasaan dunia Islam pada abad ke-9. Di antara kota-kota tersebut adalah Sisilia, Palermo, Syracuse, Agrigento, Messina, Sardinia, Lucera, Puglia, Taormina, Reggio, Calabria, Rometta, Taranto, Bari, Brindisi, dan beberapa pulau penting lain seperti Pantelleria. Palermo bahkan pernah menjadi ibu kota Arab di pulau itu, dengan populasi penduduk Muslim sekitar 300.000 jiwa.
Baca juga : Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Belanda
Pada awal abad ke-11, umat Muslim menjadi sekitar setengah dari populasi Sisilia, dengan bangsa Arab mendominasi wilayah utara di sekitar Palermo, dan bangsa Berber di area sekitar Agrigento.
Kerajaan Ottoman pada tahun 1453 di bawah Sultan Mehmed II berusaha merebut kembali sejumlah kota penting di Italia. Namun, pasukan sekutu dari berbagai etnik di kawasan itu semakin solid, sehingga Ottoman tidak mampu menguasai kembali kota-kota tersebut. Meski masih ada kantong-kantong Muslim yang bertahan di beberapa kota Italia, pada akhirnya di bawah pemerintahan Kaisar Franko-Romawi Louis II, kekuasaan umat Islam melemah dan mereka terusir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.