Dark/Light Mode

Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Rusia

Minggu, 23 November 2025 05:25 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia di mata Rusia saat ini memiliki posisi tawar yang tinggi, bukan saja dalam bidang ekonomi tetapi juga dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam. Ketika masih berada di bawah otoritas Uni Soviet, minoritas Muslim di negara ini memiliki banyak cerita duka dan suka.

Cerita yang paling memilukan dialami ketika negara ini dipimpin oleh Josef Stalin, yang berkuasa sejak tahun 1920-an. Minoritas Muslim terpaksa harus menyembunyikan diri (taqiyyah) sebagai seorang Muslim jika ingin selamat.

Baca juga : Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Belanda

Masjid-masjid ditutup dan dialihfungsikan menjadi gedung serbaguna, dan sebagian lainnya dijadikan gudang. Hanya sedikit sekali yang dapat dipertahankan itupun dengan pengawasan ketat.

Pada tahun 1917 jumlah masjid pernah mencapai sekitar 25.000 buah, tetapi pada tahun 1970-an tersisa hanya sekitar 500 masjid di seluruh negeri. Madrasah dan aktivitas keislaman dilarang keras.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Prancis (1)

Para pemuka agama Islam yang berani menampilkan ajaran Islam disiksa. Komunitas Muslim dimobilisasi ke barat daya Rusia, seperti Chechen, Ingush, Tatar Krimea, Balkar, Karachai, Turk Meshketia, Kalmyk, dan Volga Jerman, untuk menjadi tameng terhadap kelompok perlawanan yang didukung oleh Nazi Jerman. Bahkan pernah terjadi pembantaian etnik Muslim Tatar Krimea.

Pada awal tahun 1920-an, perubahan drastis terjadi di Uni Soviet seiring dengan melemahnya era Perang Dingin antara Blok Soviet dan Amerika Serikat. Uni Soviet kemudian terpecah menjadi 15 negara. Enam di antaranya berpenduduk mayoritas Muslim, yaitu Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Yordania

Selain itu, terdapat negara-negara lain yang berpopulasi Muslim besar meskipun tidak mayoritas, yaitu wilayah Idel-Ural, Kaukasus Utara, Tatar, dan Siberia. Dalam era keterbukaan, populasi Muslim di Uni Soviet menjadi urutan kedua terbesar setelah Kristen Ortodoks. Kini populasinya semakin berkembang dan diperkirakan akan terus meningkat baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.