BREAKING NEWS
 

Hidup-Matinya Sebuah Rezim dalam Al-Qur`an

Sabtu, 13 Desember 2025 05:08 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelahiran dan kematian tidak hanya dialami oleh orang perorangan, tetapi juga oleh rezim, umat, bangsa, atau komunitas masyarakat lainnya. “Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (QS Yunus/ 10:49).

Baca juga : Islam Di Negeri Serantau

Panjang-pendeknya umur suatu rezim, menurut Ibnu Khaldun, ditentukan oleh empat generasi: generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan generasi penghancur. Siklus sebuah rezim banyak ditentukan oleh generasi penikmat. Jika generasi ini mampu memelihara sendi-sendi ideal rezimnya, maka rezim tersebut akan berumur panjang. Sebaliknya, jika sendi-sendi itu tidak lagi diindahkan, maka lahirlah generasi penghancur yang mengakhiri rezim tersebut.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: China

Menurut Al-Qur’an, panjang-pendeknya umur sebuah rezim ditentukan oleh sejauh mana rezim itu mensyukuri nikmat Allah. “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkarinya, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim/ 14:7).

Adsense

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Singapura

Rezim yang tidak pandai bersyukur adalah mereka yang mengingkari karunia Allah. Terhadap rezim seperti ini, Allah memberikan peringatan tegas: “…dan jika kalian mengingkarinya, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Contoh rezim atau umat yang kufur nikmat banyak disebutkan dalam Al-Qur’an, seperti kehancuran umat Nabi Luth karena gempa bumi, umat Nabi Nuh dengan banjir besar (tsunami), umat Nabi Saleh dengan wabah yang ditularkan dari binatang kepada manusia, serta penderitaan sejumlah kaum durhaka akibat paceklik dan kekeringan berkepanjangan. Azab Tuhan juga dapat muncul dalam bentuk merebaknya rasa takut dan cemas akibat meningkatnya kriminalitas, wabah penyakit menular, atau peperangan antarkelompok yang mengorbankan orang-orang tak berdosa.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense