BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (21)

Sikap Umar terhadap Gratifikasi

Kamis, 29 Januari 2026 06:24 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Dua contoh di atas cukup bagi kita untuk memahami mengapa Khalifah Umar bin Khattab dikenang dalam sejarah. Tidak mengherankan jika ekspansi dan futuhat pada masanya diterima dengan baik di berbagai negeri yang didatanginya. Ia adalah sosok khalifah yang benar-benar pro-rakyat. Di mana pun Umar datang, ia disambut dengan hati yang gembira, meskipun agama masyarakat setempat berbeda dengannya.

Dalam peristiwa kunjungan Khalifah Umar ke Yerusalem, penduduk setempat segera menjalin kerja sama dengan beliau melalui penandatanganan perjanjian yang dikenal sebagai Piagam Aelia. Inti perjanjian tersebut adalah pengakuan terhadap Khalifah Umar sebagai pembebas warga Kristen lokal Yerusalem dari kekuasaan Kristen Romawi–Bizantium yang telah lama menindas mereka.

Baca juga : PPATK Di Masa Khalifah Umar

Warga Kristen lokal lebih rela dipimpin oleh Khalifah Umar yang beragama Islam daripada oleh kaki tangan Kekaisaran Romawi–Bizantium yang seagama dengan mereka. Masyarakat setempat bahkan lebih memilih tunduk pada Piagam Aelia daripada mengakui hasil Konsili Kalsedon yang dipaksakan oleh Kristen Romawi–Bizantium.

Pada saat yang sama, komunitas Kristen lokal Aelia juga memusuhi kaum Yahudi, hingga kuil Sulaiman dijadikan tempat pembuangan sampah. Piagam Aelia kemudian memberikan jaminan keberlangsungan hidup bagi tiga agama besar yang telah ada sebelumnya—Yahudi, Kristen lokal, Kristen Ortodoks Romawi–Bizantium—dan tentu saja Islam sebagai agama yang datang kemudian.

Baca juga : Sikap Tegas Nabi Terhadap Penyimpangan Moral

Kepribadian agung Khalifah Umar membuatnya lebih dicintai oleh masyarakat setempat, meskipun berbeda agama. Walaupun para pejabat Romawi–Bizantium memiliki kesamaan keyakinan dengan penduduk lokal, perilaku mereka yang korup dan zalim menjadikan rakyat enggan dipimpin oleh mereka. Oleh karena itu, wajar apabila masyarakat lebih memilih kepemimpinan seorang tokoh berkepribadian luhur seperti Umar bin Khattab.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 29 Januari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (21) Sikap Umar terhadap Gratifikasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense