BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (23)

Kisah Aisyah Dan Tobat Yang Gugurkan Sanksi

Minggu, 1 Februari 2026 06:18 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam hadis panjang riwayat Bukhari dan Muslim diceritakan bahwa pada suatu ketika ‘Aisyah RA mendapat undian untuk menyertai Nabi Muhammad SAW dalam sebuah peperangan. ‘Aisyah menaiki pelana unta tertutup yang dirancang khusus agar terlindung dari debu dan terik matahari.

Menjelang peperangan usai, ‘Aisyah turun ke belakang untuk menunaikan hajat, lalu kembali menuju pelananya. Namun ia menyadari bahwa perhiasannya tertinggal di tempat tersebut.

Tanpa sepengetahuan para pengawal, ia turun kembali dari untanya untuk mengambil perhiasan yang tertinggal itu.

Baca juga : Apakah Tobat Bisa Menggugurkan Sanksi Korupsi?

Alangkah terkejutnya ‘Aisyah ketika kembali, rombongan pasukan telah berangkat, sehingga ia tertinggal seorang diri di lokasi tersebut.

Beruntung, ada seorang prajurit bernama Safwan bin Mu‘attal al-Sulami yang ditugaskan Nabi untuk menyisir area belakang guna memastikan tidak ada barang atau orang yang tertinggal. Safwan menemukan ‘Aisyah sendirian sambil menangis. Ia pun mempersilakan ‘Aisyah menaiki untanya, sementara ia sendiri menuntunnya menuju Kota Madinah.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang tokoh munafik bernama Abdullah bin Ubay bin Abi Salul. Tokoh inilah yang kemudian menyebarkan fitnah besar, menuduh bahwa ‘Aisyah telah melakukan perbuatan tidak pantas dengan seorang prajurit. Isu tersebut terus digoreng dan disebarluaskan oleh kaum munafik hingga berkembang menjadi fitnah besar yang menghebohkan masyarakat Muslim saat itu.

Baca juga : Sikap Anti-KKN Khalifah Umar ibn Abdul Aziz

Nabi Muhammad Saw sangat terpukul mendengar kabar tersebut dan membiarkan ‘Aisyah kembali ke rumah orang tuanya. Abu Bakar ra, ayah ‘Aisyah, bahkan mengingatkan bahwa apabila tuduhan itu benar, maka ‘Aisyah tidak boleh lagi tinggal di rumah tersebut. Ibu kandung ‘Aisyah mendekap dan merawat anaknya yang jatuh sakit.

Adsense

Dalam riwayat disebutkan bahwa ‘Aisyah mengalami demam selama tujuh hari dan pada masa itu Nabi, sebagai suaminya, belum menjenguknya karena masih diliputi keraguan.

Sementara fitnah ini terus merebak dan mengguncang dunia Islam, Nabi membentuk dua tim investigasi untuk menelusuri kebenaran isu tersebut. Tim pertama dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib, dan tim kedua dipimpin oleh Usamah bin Zaid. Kedua tim ini menelusuri asal-usul cerita, bagaimana isu tersebut muncul dan berkembang di tengah masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense