BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (23)

Kisah Aisyah Dan Tobat Yang Gugurkan Sanksi

Minggu, 1 Februari 2026 06:18 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Tim Usamah menyimpulkan dan mempresentasikan hasil penyelidikannya di hadapan Nabi bahwa tuduhan yang beredar sama sekali tidak benar. ‘Aisyah maupun Safwan bin Mu‘attal tidak melakukan kesalahan apa pun. Hati Nabi dan para sahabat pun sedikit lega mendengar laporan tersebut.

Namun, ketika tim Ali bin Abi Thalib menyampaikan temuannya, kesimpulan disampaikan dalam bahasa yang bersifat diplomatis. Ali menyatakan, “Wahai Rasulullah, Allah tidak menyempitkanmu. Engkau dapat memperoleh perempuan atau istri lain yang lebih cantik daripada ‘Aisyah.”

Baca juga : Apakah Tobat Bisa Menggugurkan Sanksi Korupsi?

Pernyataan ini kembali menegangkan suasana karena seolah mengisyaratkan bahwa ‘Aisyah ra setidaknya telah melakukan kekeliruan, meskipun bukan kesalahan yang fatal.

Dalam situasi penuh tekanan tersebut, turunlah ayat Al-Qur’an yang membersihkan nama baik ‘Aisyah ra, yaitu QS An-Nur [24]: 11–20. Di antaranya Allah berfirman:

Baca juga : Sikap Anti-KKN Khalifah Umar ibn Abdul Aziz

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu mengira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu; bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya azab yang besar.

Mengapa ketika kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan berkata, ‘Ini adalah berita bohong yang nyata’? Mengapa mereka yang menuduh itu tidak mendatangkan empat orang saksi? Karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah di sisi Allah orang-orang yang dusta.” (QS An-Nur [24]: 11–13).

Baca juga : Sikap Umar terhadap Gratifikasi

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 1 Februari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (23) Kisah Aisyah Dan Tobat Yang Gugurkan Sanksi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense