Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Islam Nusantara tidak mengenal kekerasan. Untuk tujuan apa pun, atas nama apa pun dan oleh siapa pun, serta terhadap siapa pun, bahkan demi kepentingan agama Allah sekalipun, cara-cara kekerasan harus tetap dihindari. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT: “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam).” (QS Al-Baqarah [2]: 256)
Jihad, sekali lagi, pada hakikatnya bertujuan menghidupkan manusia dan mengangkat martabat kemanusiaan. Allah SWT juga dengan tegas melarang tindakan pembunuhan terhadap orang yang tidak berdosa: “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar.” (QS Al-Isra’ [17]: 33)
Jiwa merupakan sesuatu yang sakral dalam Islam. Siapa pun tidak boleh memandang enteng nilai sebuah jiwa. Allah SWT menegaskan: “Barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia.” (QS Al-Ma’idah [5]: 32)
Baca juga : Menjunjung Tinggi Toleransi
Begitu indahnya ayat ini sehingga Barack Obama, dalam pidatonya di Universitas Kairo, Mesir, pernah mengutipnya. Menurut Obama, perhatian Tuhan terhadap nyawa dan jiwa setiap manusia begitu besar sehingga pernyataan seperti itu tidak pernah ia temukan dalam kitab suci mana pun.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga menyerukan agar sesama manusia saling memuliakan. Firman-Nya: “Wa laqad karramnā banī Ādam” (Dan sungguh, telah Kami muliakan anak cucu Adam). (QS Al-Isra’ [17]: 70).
Siapa pun yang merupakan keturunan Nabi Adam, tanpa membedakan jenis kelamin, etnis, agama, maupun kepercayaannya, wajib saling menghormati. Kita berkewajiban memuliakan sesama manusia sebagaimana Sang Pencipta telah memuliakan mereka.
Baca juga : Beranjak dari Proto-Indonesia
Bukan hanya terhadap orang lain, terhadap diri sendiri pun Allah SWT melarang manusia mencelakakan dirinya. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Baqarah [2]: 195)
Kewajiban menyampaikan kebenaran memang harus dijalankan, betapa pun pahit risikonya, sebagaimana sabda Nabi Saw: “Katakanlah kebenaran itu sekalipun pahit akibatnya.” Namun, dalam menyampaikannya kita tetap diperintahkan untuk melakukannya dengan penuh kebijaksanaan. Allah SWT berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl [16]: 125)
Dalam ayat lain ditegaskan: “Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS Al-Qashash [28]: 56)
Baca juga : Sara’ Bersendi Kitabullah
Demikian mulia dan agung nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Al-Qur’an. Sangat disayangkan, masih ada segelintir orang yang mengatasnamakan agama untuk menodai nilai-nilai luhur tersebut. Astaghfirullah al-’azhim.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 21 Juli 2026 dengan judul "Mengenal Islam Berkeindonesiaan (17) Anti Kekerasan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.