BREAKING NEWS
 

Mengenal Islam Berkeindonesiaan (19)

Penumpang Gelap

Kamis, 23 Juli 2026 06:06 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Islam Nusantara” bukanlah keranjang sampah yang dapat diisi dengan segala macam paham. Ia juga bukan wadah untuk melegitimasi konsep-konsep ajaran yang jelas-jelas menyimpang dari ajaran dasar Islam.

Yang tidak kalah penting, Islam Nusantara bukan pula sarana untuk melegitimasi kepentingan-kepentingan jangka pendek dengan cara menempelkan diri pada konsep Islam Nusantara.

Bagaimanapun juga, terdapat sejumlah ajaran dan praktik budaya di wilayah Nusantara yang tidak serta-merta dapat disebut sebagai Islam Nusantara.

Kriteria suatu ajaran yang dapat diklaim sebagai bagian dari Islam Nusantara adalah bahwa nilai-nilai yang dikandungnya harus selaras dengan ajaran dasar Islam sebagai agama yang bertauhid. Apabila terdapat ajaran yang secara nyata mengembangkan praktik syirik, yakni mengakui adanya kekuatan dan kekuasaan selain Allah SWT, maka ajaran tersebut tidak dapat disebut sebagai Islam Nusantara.

Baca juga : Dari “Islam Arab” ke “Islam Nusantara”

Demikian pula dengan praktik animisme (Latin: anima = roh), yaitu paham atau kepercayaan yang menganggap bahwa segala sesuatu memiliki roh yang harus dihormati manusia. Menurut kepercayaan ini, roh-roh tersebut dapat bersifat baik maupun buruk.

Agar roh-roh tetap memberikan kebaikan, manusia harus menghormati, bahkan memujanya. Sebaliknya, apabila roh-roh itu dianggap murka, mereka diyakini dapat mendatangkan penyakit, musibah, kegagalan, maupun berbagai kesulitan hidup lainnya.

Adsense

Oleh karena itu, menurut keyakinan para penganutnya, berbagai bentuk pemujaan perlu dilakukan untuk meredakan kemarahan roh-roh tersebut.

Animisme merupakan kepercayaan yang berkembang pada masa ketika manusia masih sangat bergantung dan tunduk kepada alam. Mereka meyakini bahwa alam semesta memiliki kekuatan dahsyat yang dapat membawa bencana bagi manusia. Karena itu, berbagai unsur alam yang dianggap memiliki kekuatan gaib dipuja, seperti pohon besar, lautan yang luas, gunung yang tinggi, harimau yang ganas, hingga gua yang gelap.

Baca juga : Anti Kekerasan

Selain animisme, masih terdapat sejumlah praktik yang perlu dicermati, seperti bid’ah, khurafat, dan berbagai bentuk syirik lainnya. Bid’ah adalah suatu kebiasaan ritual yang dilakukan seseorang tanpa memiliki dasar dari ajaran atau teladan Nabi Muhammad SAW.

Misalnya, melaksanakan salat sunah setelah salat Subuh atau setelah salat Asar. Meskipun seseorang memiliki semangat yang tinggi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, ia tidak dibenarkan mengada-adakan bentuk ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi maupun para sahabatnya.

Adapun khurafat adalah praktik kepercayaan yang cenderung sinkretis, yaitu mencampurkan ajaran agama dengan unsur-unsur animisme. Praktik semacam ini masih dapat dijumpai di beberapa daerah di Indonesia. Mereka menggunakan ritual-ritual keislaman, tetapi melaksanakannya di hadapan batu-batu besar, kuburan tua, pohon-pohon besar, kaki gunung, atau dalam berbagai upacara adat yang mengandung unsur ritual.

Praktik-praktik semacam itu cenderung, bahkan secara terang-terangan, mengakui adanya kekuatan yang dianggap memiliki kekuasaan selain Allah SWT.

Baca juga : Menjunjung Tinggi Toleransi

Yang paling berbahaya adalah praktik syirik. Kata syirik berasal dari bahasa Arab syarika–yusyriku, yang berarti mempersekutukan. Dari akar kata tersebut lahir kata syirk, musyrik, dan musyrakun. Syirik adalah perbuatan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, dan dalam Al-Qur’an dinyatakan sebagai dosa yang sangat besar (lihat QS At-Taubah [9]: 113). Oleh karena itu, baik syirik kecil maupun syirik besar, keduanya tidak dapat menjadi “penumpang gelap” dalam Islam Nusantara.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 23 Juli 2026 dengan judul "Mengenal Islam Berkeindonesiaan (19) Penumpang Gelap"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense