Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kata ummah berasal dari bahasa Ibrani (Hebrew), yaitu dari akar kata alef-mem yang secara dasar bermakna cinta kasih (saint lover). Akar kata ini kemudian berkembang ke dalam bahasa Arab menjadi umm yang berarti ibu. Kata umm dimaknai sebagai ibu karena sosok ibu dipandang memiliki kasih sayang yang paling mendalam.
Dari akar kata alif-mim pula terbentuk kata amam (keterdepanan atau keunggulan), imam (pemimpin, termasuk imam salat), makmum (pengikut imam atau rakyat), serta imamah (konsep yang mengatur hubungan antara imam dan makmum, maupun antara pemimpin dan rakyat). Keseluruhan makna dasar tersebut menghimpun suatu konsep komunitas khusus yang disebut ummah.
Kata ummah sebagai nama sebuah komunitas masyarakat pertama kali dipopulerkan oleh Nabi Muhammad SAW di Jazirah Arab. Secara semantik, kata ummah terabadikan dalam sejarah sebagai sebuah komunitas masyarakat yang dipersatukan oleh ikatan kasih sayang yang mendalam dan luhur, memiliki visi kemanusiaan yang berorientasi pada masa depan, berada di bawah kepemimpinan seorang pemimpin yang berwibawa dan disegani, didukung oleh makmum atau rakyat yang santun sekaligus kritis, serta memiliki sistem kepemimpinan yang ideal. Bangunan masyarakat seperti inilah yang disebut sebagai ummah.
Apabila salah satu dari lima komponen tersebut tidak terpenuhi, maka komunitas itu belum dapat disebut sebagai ummah. Jika suatu komunitas berlandaskan asas yang lebih subjektif, Al-Qur’an menyebutnya sebagai hizb (golongan) (QS Al-Mu’minun [23]: 52). Jika komunitas tersebut bertumpu pada ikatan primordial kebangsaan, disebut sya’b (QS Al-Hujurat [49]: 13). Jika mengacu pada ikatan kesukuan, disebut qabilah (QS Al-Hujurat [49]: 13).
Adapun komunitas yang tidak didasarkan pada idealisme atau ideologi disebut qaum (lihat QS An-Nisa’ [4]: 89). Berbagai bentuk komunitas tersebut diakui keberadaannya dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.” (QS Al-Hujurat [49]: 13)
Bagi dunia Arab, konsep ummah benar-benar tampil sebagai the dream society yang mengangkat martabat bangsa Arab, sebuah bangsa yang sebelumnya nyaris tidak pernah diperhitungkan dalam perjalanan sejarah. Barangkali inilah salah satu wujud revolusi mental yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Bagi Nabi Muhammad SAW sendiri, konsep ummah turut mengangkat namanya sebagai the top of the best di antara 100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah menurut Michael H. Hart, atau sebagai the best of the best di antara sebelas tokoh dunia menurut Thomas Carlyle. Selain itu, banyak karya para orientalis pada masa-masa berikutnya yang memuji Nabi Muhammad SAW sebagai The Best Leader dan The Best Manager.
Pertanyaan yang menarik kemudian adalah, apakah komunitas Islam di Indonesia sudah dapat disebut sebagai ummah? Untuk menjawabnya, perlu dilihat terlebih dahulu unsur-unsur yang mempersatukan komunitas Islam di Indonesia.
Baca juga : Dari “Islam Arab” ke “Islam Nusantara”
Dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia, secara politik umat Islam belum pernah tampil sebagai pemenang dalam pemilihan umum. Kelompok nasionalis selalu lebih dominan, meskipun pada umumnya kelompok tersebut juga diisi oleh komunitas Islam.
Sebagian pakar berpendapat bahwa komunitas Muslim Indonesia sudah dapat disebut sebagai ummah karena unsur-unsur pokok yang harus dipenuhi sebuah umat telah terpenuhi. Namun, sebagian pakar lainnya berpendapat bahwa komunitas Muslim Indonesia belum dapat disebut sebagai ummah, karena ikatan-ikatan keumatan masih sering dikalahkan oleh berbagai ikatan lain yang lebih dominan.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 27 Juli 2026 dengan judul "Trend Masa Depan Umat (1) Makna Semantik Ummah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.