RM.id Rakyat Merdeka - Stabilitas fiskal bukan sekadar perkara bagaimana negara memperoleh pendapatan dan membiayai belanja, melainkan cermin dari kemampuan sebuah bangsa menjaga keseimbangan antara kekayaan, kekuasaan, dan kesejahteraan rakyat. Dalam perspektif geostrategi, fiskal dan moneter tidak dapat dipisahkan dari kepentingan nasional.
Negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, wilayah strategis, pasar domestik besar, dan jumlah penduduk yang sangat banyak sesungguhnya memiliki modal geopolitik yang luar biasa. Namun, modal tersebut dapat kehilangan makna apabila kekayaan negara terus menyusut, utang terus bertambah, sementara sebagian pejabat justru memperlihatkan pertumbuhan kekayaan pribadi yang tidak sebanding dengan kondisi masyarakat yang mereka layani. Di titik inilah stabilitas fiskal berubah dari persoalan teknokratis menjadi persoalan etika kekuasaan.
Utang negara pada dasarnya bukan sesuatu yang harus dipandang sebagai kejahatan ekonomi. Dalam pengelolaan keuangan negara, utang dapat menjadi instrumen pembiayaan pembangunan apabila digunakan secara produktif, terukur, transparan, dan menghasilkan kapasitas ekonomi baru. Persoalannya muncul ketika utang berkembang lebih cepat daripada kemampuan negara meningkatkan produktivitas, memperluas basis penerimaan, dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
Baca juga : Korupsi Masih Menghantui Indonesia Sampai 2045
Karena itu, geostrategi moneter membutuhkan cara pandang yang lebih luas daripada sekadar menjaga angka inflasi, suku bunga, nilai tukar, atau cadangan devisa. Stabilitas moneter pada hakikatnya merupakan kemampuan negara menjaga kepercayaan terhadap nilai uang, dan sekaligus memastikan bahwa aktivitas ekonomi berlangsung secara sehat. Rupiah tidak hanya merupakan alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan ekonomi.
Maka hubungan antara fiskal dan moneter menjadi sangat penting. Kebijakan fiskal pemerintah menentukan arah penerimaan dan pengeluaran negara, sementara kebijakan moneter berusaha menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan. Keduanya harus bergerak dalam satu orkestrasi kebijakan yang konsisten. Jika fiskal terlalu ekspansif tanpa memperhitungkan kapasitas produksi, tekanan inflasi dapat meningkat. Juga, manakala pengeluaran negara ditekan secara berlebihan ketika masyarakat membutuhkan stimulus ekonomi, pertumbuhan pun justru dapat melemah.
Geostrategi moneter karena itu menuntut keseimbangan: negara harus mampu membelanjakan anggaran untuk pertumbuhan tanpa kehilangan disiplin fiskal, dan mampu melakukan konsolidasi tanpa mengorbankan keadilan sosial. Akan tetapi persoalan menjadi jauh lebih serius apabila pertambahan utang berjalan bersamaan dengan berkurangnya kekayaan negara.
Baca juga : Potensi Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia Jadi Energi Daya Tarik Dunia
Indonesia memiliki kekayaan alam berupa mineral, batu bara, minyak dan gas, hutan, perikanan, serta berbagai sumber daya strategis lainnya. Kekayaan tersebut semestinya dikonversikan menjadi modal pembangunan jangka panjang. Negara tidak cukup hanya menjadi pemilik sumber daya; negara harus mampu menguasai teknologi, industri pengolahan, rantai pasok, distribusi, hingga pasar. Kekayaan negara juga bukan hanya berupa aset yang tercatat dalam neraca pemerintah.
Geostrategi moneter juga tidak boleh berhenti di Jakarta. Stabilitas harga yang dirasakan masyarakat sesungguhnya banyak ditentukan oleh apa yang terjadi di daerah. Harga beras, cabai, bawang, telur, ikan, daging, bahan bakar, biaya transportasi, dan kebutuhan pokok lainnya sangat dipengaruhi oleh rantai produksi dan distribusi yang berada di wilayah provinsi, kabupaten, kota, bahkan desa.
Bersamaan pula tata kelola pemerintahan pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Inflasi yang terlihat sebagai angka nasional, sesungguhnya merupakan akumulasi dari jutaan transaksi ekonomi yang berlangsung di pasar-pasar lokal. Dari itu Pemerintah Daerah provinsi harus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.