Sebelumnya
Meski terkesan sehat, namun diet ini menurut Oki tidak cocok untuk semua orang, karena jenis diet tersebut bisa saja menyebabkan masalah pada sistem metabolisme dan justru malah mengganggu kesehatan, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit pencernaan.
Oki menyarankan, ada baiknya jika Anda menentukan jenis diet dengan bijak sebelum akhirnya melakukannya.
Apa saja jenis diet yang sudah terbukti manfaatnya?
Oki menjelaskan, ada banyak jenis diet yang sudah dikenalkan pada era modern ini, itulah mengapa sebelum memulai suatu program diet ada baiknya untuk mencari tahu dan memilih pola diet yang sehat serta aman untuk tubuh.
Baca juga : Pengasuh Pesantren Sepakat Hadang Paham Intoleran
Berikut adalah beberapa daftar diet aman dan telah terbukti memiliki manfaat:
1. Diet Keto
Diet ketogenik atau diet keto adalah salah satu jenis diet yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Diet ini merupakan diet yang memfokuskan Anda untuk mengonsumsi lebih banyak protein daripada karbohidrat sebagai sumber energi utama. Dengan itu, tubuh Anda akan terlatih untuk membakar lemak ketimbang gula untuk menghasilkan energi.
Makanan pada diet ketogenik, menurut Oki mengurangi asupan karbohidrat seperti nasi, kentang, gandum dan memfokuskan pola makan dengan kandungan lemak tinggi seperti daging merah, telur, dan produk susu.
Baca juga : Datang Pake Koko, Pulang Pake Jas
Oki menjelaskan, jenis diet ini sudah sering dilakukan banyak orang yang ingin membangun kebugaran. Namun yang Anda mungkin tidak tahu, diet keto merupakan jenis diet yang aman dilakukan untuk penderita epilepsi.
Para peneliti telah menemukan bahwa diet keto dapat mengurangi risiko kejang karena kadar gula yang rendah dan kadar lemak tinggi di dalam tubuh diketahui dapat mempengaruhi cara kerja rangsangan otak dan mengurangi kecenderungan untuk menimbulkan gejala kejang yang dimiliki penderita epilepsi.
"Akan tetapi diet ini tidak dianjurkan untuk penderita kadar kolesterol tinggi, karena konsumsi lemak yang berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh," ujar Oki.
2. Diet Rendah Protein
Baca juga : Lestari: Penguatan Demokrasi Harus Sejalan Amanah Konstitusi
Untuk orang yang ingin mengurangi asupan protein karena kondisi kesehatan tertentu, maka Anda bisa melakukan diet rendah protein.
Diet ini memfokuskan Anda untuk mengurangi asupan protein dan beralih ke makanan yang lebih berbasis dari tanaman dan makanan dengan kandungan rendah protein.
Pada diet rendah protein, Anda akan mengurangi makanan yang rendah akan kadar lemak seperti daging, telur, kacang kedelai, dan susu. Sebagai gantinya, akan lebih fokus pada konsumsi produk nabati seperti sayur, buah, dan makanan sumber karbohidrat seperti nasi dan pasta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.