RM.id Rakyat Merdeka - drg. Stella Lesmana atau yang biasa akrab dipanggil dok Stella sangat sedih melihat gigi anak-anak yang rusak. Dia pun rajin memberikan edukasi kesehatan gigi anak.
Sejak tahun 2015, dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak lulusan Universitas Indonesia (UI) itu dan rekannya drg. Tara Pratitha, Sp.KG membangun Kejora Indonesia, sebuah wadah edukasi kesehatan anak bagi orang tua. Mereka membuat buku cerita, lagu, animasi, serta produk untuk anak-anak, semuanya bertemakan kesehatan.
drg. Stella sudah berpraktik selama 12 tahun dan ia menyadari bahwa masih banyak orang tua-terlepas dari latar belakang ekonomi dan pendidikannya-yang menyepelekan gigi anak karena kelak akan berganti menjadi gigi susu, padahal gigi susu sama pentingnya dengan gigi permanen. “Gigi susu yang berlubang bisa menyebabkan sakit, bengkak, demam, hingga sulit makan,” ujarnya.
Setelah menjadi seorang ibu, dok Stella menyadari, apa yang dikeluhkan pasien itu memang nyata. Sebut saja keluhan utama para orang tua yaitu anak sering tidak mau sikat gigi dan tergoda mencoba makanan manis.
Baca juga : Hari Kartini, DERMALOGIA Resmikan Cabang Ketiga di Senopati Jakarta
Dok Stella tetap menerapkan batasan bagi anaknya dan mendisiplinkan sikat gigi sejak gigi susu pertamanya tumbuh, alhasil anak pertamanya yang akan menginjak usia 4 tahun selalu sukarela buka mulut saat waktunya sikat gigi. Ia selalu bersenandung lagu “Ayo Sikat Gigi” yang dibuat oleh ibunya sendiri ketika disikati giginya. Untuk makanan manis juga ia tahu bahwa hanya boleh mencoba sedikit di hari Sabtu atau Minggu.
Kebiasaan ini diteruskan dok Stella di anak keduanya yang baru mau berusia 6 bulan. Sejak lahir, ia rutin membersihkan gusi dan lidah bayi menggunakan kasa yang dicelup ke air matang hangat.
Dok Stella sendiri juga aktif memberikan edukasi kesehatan dan sharing perjalanan parentingnya melalui akun pribadinya, @mama.toothfairy. Sejak menjadi orang tua ia semakin yakin meski berat, pasti kita bisa menjaga kesehatan gigi anak.
“Bukan tidak bisa, pasti bisa kok menerapkan kebiasaan baik dan hidup sehat sejak kecil, tapi memang orang tua harus gigih dan konsisten juga menjadi contoh yang baik untuk anaknya,” ujarnya.
Baca juga : Bingung Masih Depresi
“Memang tidak mudah, tapi pasti bisa. Jangan lupa kompakan dulu dengan pasangan lalu informasikan ke support system lain yang membantu mengasuh anak misalnya orang tua atau pengasuh,” sambungnya.
Dok Stella sedih jika melihat anak yang masih kecil giginya sudah kehitaman dan rusak. Banyak pasien berusia 1 tahun dan kerusakan gigi sudah dalam sehingga harus dirawat saraf.
“Jika kita menerapkan kebiasaan baik sejak kecil, yaitu membersihkan rongga mulut sejak lahir, menyikati gigi sejak gigi susu pertama tumbuh dengan pasta gigi berfluoride, setelah berusia 1 tahun tidak menyusu lagi setelah sikat gigi, tidak mengemut saat makan, rutin ke dokter gigi sejak gigi susu pertama tumbuh serta tidak suka makan manis, niscaya gigi anak kita akan sehat. Ia bisa makan dengan nyaman, nutrisi juga terpenuhi dengan baik,” kata dok Stella.
Dok Stella akan terus semangat mengedukasi para orang tua. Baginya edukasi adalah kunci pencegahan dan mencegah lebih baik daripada mengobati.
Baca juga : Libur Lebaran, Kapolsek Pademangan Bagikan Mainan Anak-anak di Ancol
Menurutnya, mencegah gigi berlubang ibarat bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Kata dia, lebih baik repot sekarang, tapi menuai hasilnya nanti. Selain itu, bisa menghemat banyak waktu, tenaga, dan biaya di kemudian hari dibanding sekarang lengah dan nantinya gigi anak berlubang.
“Capek antar bulak-balik ke dokter gigi, orang tua harus ijin kerja dan keluar banyak biaya pengobatan.. Semua bermula dari kontrol orang tua di rumah. Semangat untuk para orang tua di seuruh Indonesia!” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.