BREAKING NEWS
 

Siapa Bilang, Luka Batin Cuma Dialami Emak-Emak? Bapak-Bapak Juga Bisa Lho…

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 23 Juni 2024 12:39 WIB
Ilustrasi ayah mengalami luka batin (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selama ini, luka batin lebih banyak digambarkan berada pada domain emak-emak. Padahal, faktanya, luka batin juga bisa dialami bapak-bapak. Tidak mengenal gender.

Child Psychologist, Self Growth & Parenting Coach Irma Gustiana mengatakan, seorang ayah juga bisa memiliki pengalaman pribadi dan emosional yang mendalam. Termasuk, pengalaman trauma, kehilangan, atau konflik interpersonal yang bisa menyebabkan luka batin atau luka psikologis.

Baca juga : Cek Di Sini, Lokasi Vaksinasi Covid Di Jakarta, KTP Non DKI Juga Bisa

Sebagai figur yang bertanggung jawab untuk mendukung keluarga secara finansial dan emosional, ayah sering kali menghadapi tekanan dan tantangan yang signifikan. Ini bisa mengakibatkan stres dan luka batin.

Adsense

"Ada ekspektasi sosial yang mungkin menekan ayah untuk menunjukkan kekuatan, kestabilan, dan ketahanan emosional. Hal ini bisa menyebabkan Ayah mengabaikan atau menutupi luka batin yang sebenarnya dialami," kata Irma via Instagram.

Baca juga : Emak-emak Borong Sembako Murah Relawan Sandiaga

Pengalaman di lingkungan kerja, stres finansial, atau hubungan interpersonal yang kompleks bisa berkontribusi pada luka batin ayah. Meski mungkin tidak sepenuhnya terlihat atau diakui.

Seperti halnya ibu, ayah juga bisa mengalami dampak serius terhadap kesehatan mental dan emosional akibat luka batin yang tidak terobati atau tidak diatasi.

Baca juga : Salah Ketik Penetapan, Hakim Tak Bisa Digugat

"Luka batin yang dialami ayah bisa mempengaruhi hubungannya dengan pasangan, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya. Serta mempengaruhi kualitas interaksi dan emosional, juga kesehatan fisik dan produktivitas," jelas Irma, yang juga CEO Klinik Ruang Tumbuh.

Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu ayah pulih dari luka psikologisnya:

  1. Dengarkan dengan penuh perhatian tanpa interupsi.
  2. Tunjukkan penghargaan dan empati terhadap perjuangan ayah.
  3. Tawarkan bantuan praktis untuk meringankan bebannya.
  4. Jaga komunikasi terbuka.
  5. Dorong ayah untuk tetap terlibat dalam aktivitas sosial atau dukungan kelompok.
  6. Apresiasi pencapaian ayah.
  7. Dukung dan pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional, jika diperlukan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense