BREAKING NEWS
 

SAGAVET Siap Dampingi Pemprov DKI Tetapkan Depopulasi Ikan Sapu-Sapu Secara Etis

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 23 April 2026 19:47 WIB
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (SAGAVET) menyatakan kesiapan untuk mendampingi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dalam menjalankan program depopulasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung secara etis, profesional, dan sesuai prinsip kesejahteraan hewan.

Langkah ini merespons sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait praktik pemusnahan ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.) yang diduga dilakukan dengan cara tidak sesuai prinsip kemanusiaan, seperti dikubur hidup-hidup.

Pendampingan tersebut difokuskan pada upaya pemulihan ekosistem Sungai Ciliwung yang saat ini terancam oleh ledakan populasi ikan sapu-sapu, spesies invasif yang memangsa telur dan anakan ikan lokal sehingga mengancam keberlangsungan satwa air tawar endemis.

SAGAVET menegaskan bahwa pemulihan ekosistem harus berjalan seiring dengan prinsip animal welfare serta selaras dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi konsep rahmatan lil ‘alamin.

Sebagai solusi, SAGAVET menawarkan metode depopulasi yang lebih manusiawi melalui sistem pematian dua tahap.

Baca juga : Pramono Inisiasi Gerakan Basmi Ikan Sapu-Sapu di Aliran Air se-Jakarta

“Solusi konkret untuk kondisi lapangan dan tangkapan massal, kami menganjurkan agar proses depopulasi menggunakan metode pematian dua tahap,” ujar drh. Bilqisthi Ari Putra, Pengajar Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga sekaligus pengurus SAGAVET, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, tahap pertama dilakukan melalui proses pemingsanan (stunning) untuk menghilangkan kesadaran ikan secara cepat dan mengurangi stres.

Tahap berikutnya adalah pithing, yakni pemutusan saraf pusat untuk memastikan kematian yang cepat dan tidak menimbulkan penderitaan berkepanjangan.

Adsense

Metode pithing dilakukan dengan menusuk bagian otak atau sumsum tulang belakang menggunakan alat tajam. Dalam praktik kedokteran hewan dan perikanan, cara ini dinilai efektif sebagai metode euthanasia instan karena langsung menghentikan aktivitas sistem saraf pusat.

Menurut SAGAVET, pendekatan tersebut mampu menjembatani kebutuhan efisiensi di lapangan dengan standar kesejahteraan hewan internasional, sebagaimana diatur oleh World Organisation for Animal Health (WOAH).

Baca juga : Pramono Kumpulkan Wali Kota, Pemprov DKI Fokus Perangi Ikan Sapu-Sapu di Kali

Selain itu, SAGAVET merekomendasikan agar pengendalian ikan sapu-sapu tidak dilakukan secara insidental, melainkan menjadi kebijakan terstruktur berbasis sains.

Organisasi ini juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan proses depopulasi berjalan manusiawi dan tetap menghormati nilai-nilai religi masyarakat.

SAGAVET turut mendorong pembangunan sistem pemantauan dini (early warning system) agar pengendalian spesies invasif dapat dilakukan secara preventif.

Ketua SAGAVET, drh. Syailin, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem Sungai Ciliwung. Ia mengimbau warga untuk tidak melepas atau menyebarkan spesies invasif ke perairan umum serta segera melaporkan temuan di lapangan.

SAGAVET menduga ledakan populasi ikan sapu-sapu di Ciliwung bermula dari praktik pembuangan ikan peliharaan ke sungai. Ikan ini diketahui bukan spesies endemis, melainkan berasal dari Amerika Selatan dan masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias.

Baca juga : Hadapi Dinamika Global, Ibas Tekankan Penguatan Strategi Fiskal Hingga Energi

Masyarakat pun diingatkan untuk bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan.

Tindakan membuang hewan ke lingkungan umum tidak hanya melanggar prinsip kesejahteraan hewan, tetapi juga berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.

Partisipasi publik dinilai menjadi kunci penting agar upaya pengendalian dapat berjalan efektif tanpa melanggar prinsip moral maupun agama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense