RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengkritisi pembangunan Kampung Susun atau Rumah Susun (Rusun) Bayam di Jakarta Utara. Sebab, Rusun itu bukan untuk warga yang terdampak proyek Jakarta International Stadium (JIS).
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, konsep Kampung Susun jadi andalan Gubernur Anies Baswedan untuk warga yang terdampak proyek. Bukan untuk orang luar yang tidak pernah tinggal di wilayah itu.
Menurut Pras, untuk membangun Kampung Susun ada program Community Action Plan (CAP). Program ini untuk bertanya kepada warga, konsep tempat tinggal seperti apa yang akan dibangun menggantikan tempat tinggal lamanya.
Baca juga : Mulai Hari Ini, DKI Dan Seluruh Wilayah Penyangga Berstatus Level 2
“Kalau ujung-ujungnya Kampung Susun Bayam untuk para pekerja pendukung JIS, buat apa dilakukan CAP. Itu namanya menipu. Membohongi publik. Bilang saja dari awal warga Kampung Bayam digusur. Ganti juga istilah Kampung Susun Bayam,” kritik Pras saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Politisi PDIP ini mendesak Gubernur Anies Baswedan memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Bayam yang tergusur. Mereka tidak boleh dibiarkan hidup susah dengan rumah kumuh di pinggir rel.
“Seringkali program Pemprov cuma bagus di kata-kata. Tapi kenyataannya buruk,” sindirnya.
Baca juga : Cegah Omicron, Pemprov DKI Larang Pesta Tahun Baru
Sebagai informasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), tidak akan menyediakan Kampung Susun atau Rusun untuk warga Kampung Bayam yang tergusur.
“Terkait hunian nanti yang akan dibangun di lahan eks Kampung Bayam itu memang judulnya kita tidak memisahkan JIS, ini untuk hunian pekerja pendukung operasional yang memenuhi proses seleksi yang dilakukan JIS dan Pemprov DKI,” kata Manajer Proyek JIS dari PT Jakpro, Arry Wibowo, Jumat (14/1).
Nantinya, akan ada proses seleksi pekerja yang dilakukan oleh Pemprov DKI untuk ditempatkan di rumah susun tersebut.
Baca juga : Pemprov DKI Kirim Bantuan Logistik Korban Erupsi Semeru
“Siapa pun yang memenuhi kriteria untuk bekerja. Karena ini stadion gede banget, perlu fasilitas pekerja agar mereka bisa berkolaborasi merawat, mulai dari petugas cleaning service dan tenaga kerja, sekuriti dan lain-lain. Harapannya, bisa ditampung di situ,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.