Sebelumnya
Sisanya 78,8 persen atau 567 kasus dibawa dari pelaku perjalanan luar negeri yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat tiba di Indonesia.
Jangan Diremehkan
Epidemiolog Indonesia dari Griffith University, Dicky Budiman menilai, ada kencenderungan dan fakta bahwa varian Omicron sudah berada di mana-mana di Indonesia. Terutama di daerah aglomerasi dengan mobilitas tinggi, khususnya Jakarta.
Baca juga : Mewaspadai Omicron Sebagai Pemicu Gelombang Tiga Covid-19
“Level penularan secara komunitas itu sudah terjadi. Ini harus direspons sangat serius,” ujar Dicky saat dihubungi, kemarin.
Menurutnya, dari segi perkembangan kasus varian Omicron, penambahan kasus sangat cepat. Tercatat, kasus varian Omicron di Jakarta yang mencapai 720 pada Sabtu (15/01).
Padahal, pada periode pekan sebelumnya, jumlah total infeksi Omicron di Jakarta hanya 333 kasus. Dengan perincian 280 orang merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 53 bukan PPLN.
Baca juga : Syukurlah, Dampak Omicron Nggak Parah
Dicky menilai, varian Omicron tidak dapat diremehkan jika mempertimbangkan keseriusan dampaknya. Artinya, varian Omicron tidak pantas dianggap sebagai penyakit yang ringan.
“Sebab, apapun variannya, hal yang menjadi indikator kondisi adalah ringan, parah, atau akut,” jelasnya.
Kendati demikian, dia tidak menampik bahwa dampak dari varian Omicron terhadap kesehatan lebih ringan. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.