Sebelumnya
Amankan 9 Pelaku
Rabu (1/6), Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 9 pelajar di Jalan Timah, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Mereka kedapatan membawa senjata tajam. “Mereka bukan melakukan tawuran, diduga baru mau cari lawan tawuran,” kata Kepala Satuan (Kasat) Samapta Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rustian Effendi kepada wartawan, Rabu (1/6).
Penangkapan dilakukan pukul 01.55 WIB dini hari. Rustian menerangkan, penangkapan dimulai dari pihaknya yang mencurigai 15 kendaraan berisi para pelajar.
Baca juga : Volume Pengiriman Lion Parcel Naik 30 Persen Selama Ramadan Dan Lebaran 2022
“Pada saat ingin dihampiri, kelompok pemotor langsung melarikan diri. Namun, beberapa pemuda dan barang bukti berhasil diamankan,” tuturnya.
Pelajar yang diamankan yaitu R (16), A (16), C (16), SS (16), R (17), H (15), S (17), HA (18), W (17).
“Barang bukti 1 bilah katana, 1 bilah pisau, 8 buah handphone, dan 3 unit kendaraan roda dua,” ucapnya.
Peran Orangtua
Baca juga : Lestari: PTM 100 Persen Harus Kedepankan Faktor Kesehatan
Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, situasi pembelajaran tatap muka memberikan potensi kenaikan kerawanan kegiatan tawuran pelajar. Untuk itu perlu ada antisipasi, terutama di ruang publik.
“Di rumah para pelajar terpantau, di sekolah juga sudah bagus. Pelajar yang iseng berkumpul di luar sekolah dan rumah, harus dipantau,” ujarnya dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Pusat, di Kantor Wali Kota, Kamis (2/6).
Dhany mengajak, warga ikut aktif melaporkan melalui media sosial Kepolisian jika terjadi potensi tawuran di wilayah masing-masing. Pemkot Jakarta Pusat juga terus berkoordinasi dengan jajaran Polsek dan Babinsa untuk pencegahan tawuran.
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim mengakui, tawuran pelajar mulai marak lagi sejak dimulainya PTM di sekolah. Dia mencurigai hal itu terjadi akibat pelajar minim interaksi selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Baca juga : Kementan Pastikan Ternak Untuk Idul Adha Sehat Dan Aman
“Jadi saya melihat ini lebih kepada motif pelampiasan secara sosial karena mereka selama 2 tahun terpaksa belajar di rumah, tidak bisa berinteraksi secara bebas dengan teman,” katanya.
Tawuran pelajar juga dipengaruhi media sosial. Konsumsi informasi yang salah membuat mereka mudah terhasut melakukan tindakan kekerasan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.