Dewan Pers

Dark/Light Mode

Meroket 70 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp 10 Triliun

Rabu, 27 April 2022 21:32 WIB
Jajaran direksi Bank Mandiri. (Foto: Ist)
Jajaran direksi Bank Mandiri. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tercatat mampu membukukan kinerja yang positif sepanjang kuartal I-2022. Laba bersih konsolidasi perusahaan naik hingga 70 persen secara tahunan, menjadi Rp 10 triliun.

Tumbuhnya laba bersih didongkrak oleh pertumbuhan kredit yang secara konsolidasi sebesar 8,93 persen secara year on year (yoy) mencapai Rp 1.072,9 triliun pada kuartal I-2022.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyebut, pertumbuhan kredit ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 6,65 persen yoy. 

“Pertumbuhan kredit tersebut juga selaras dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri yang menembus Rp 1.269,0 triliun atau tumbuh 7,42 persen yoy,” ucapnya dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja Kuartal I-2022 Bank Mandiri, Rabu (27/4).

Darmawan mengatakan, pertumbuhan DPK tersebut utamanya ditopang digitalisasi lewat Livin’ by Mandiri yang meningkatkan dana murah, atau current account and saving account (CASA) bank only yang tumbuh 10,93 persen yoy, menjadi Rp 748,6 triliun dengan rasio CASA mencapai 75,0 persen. 

“Jauh di atas rata-rata industri perbankan. Realisasi gemilang ini berhasil mendorong pertumbuhan aset Bank Mandiri di akhir kuartal I-2022 menjadi Rp 1.734,1 triliun. Tumbuh sebesar 9,47 persen secara tahunan,” rincinya.

Berita Terkait : Top, Pembiayaan Hijau BNI Tembus Rp 170,5 Triliun

Secara keseluruhan, pendapatan bunga bersih tumbuh 17,1 persen menjadi Rp 20,48 triliun, Cost to Income Ratio mencapai 36,43 persen, turun 565 bps yoy, dan Rasio Cost of Credit sebesar 1,45 persen turun 85 bps yoy.

Sementara rasio Non Performing Loan (NPL) Coverage naik 3.084 bps yoy menjadi sebesar 266,4 persen dan Loan at Risk (LaR) menurun turun 457 bps yoy menjadi sebesar 17,2 persen.

Darmawan mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi secara disiplin dan prudent yang dimaksimalkan perseroan dalam dua tahun terakhir. 

“Berbagai inisiatif digital yang telah dilakukan, berhasil memberikan dampak positif kepada core business perseroan termasuk memperluas akses Bank Mandiri ke pasar serta ekosistem digital,” ucap dia. 

Lewat inisiatif tersebut, Bank Mandiri mampu meningkatkan efisiensi yang tercermin dari posisi rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) di level 56,37 persen, jauh di bawah rata-rata industri.

Lebih lanjut, Darmawan menambahkan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri telah merata di berbagai segmen. Segmen wholesale yang menjadi core competence Bank Mandiri mampu tumbuh 7 persen secara yoy, atau mencapai Rp 549,8 triliun di akhir Maret 2022. 

Berita Terkait : Siapkan 75 Bus, Bank Mandiri Berangkatkan 4.000 Pemudik

Di samping itu, berkat implementasi bisnis ke arah digital pertumbuhan kredit ritel Bank Mandiri juga mampu menorehkan pencapaian positif. 

Tercatat hingga kuartal I-2022 total kredit ritel Bank Mandiri mencapai Rp 292,5 triliun, tumbuh signifikan 10,37 persen yoy. Terutama didorong oleh segmen mikro produktif yang tumbuh 19,69 persen yoy dan Small Medium Enterprise (SME) yang tumbuh 10,97 persen yoy.

Pencapaian segmen Mikro terutama ditopang oleh penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) Bank Mandiri sebesar Rp 10,49 triliun per Maret 2022. Realisasi tersebut setara dengan 26,2 persen dari total plafon KUR yang ditugaskan oleh pemerintah. Yakni sebesar Rp 40 triliun sepanjang tahun 2022. 

Dalam mendorong ekspansi kredit, Bank Mandiri senantiasa memprioritaskan prinsip kehati-hatian. Hasilnya, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terus membaik. 

“NPL gross secara konsolidasi mampu dijaga pada level rendah 2,66 persen per Maret 2022, menurun 49 basis poin (bps) dari posisi yang sama tahun sebelumnya," jelas Darmawan. 

Perkuat Digital

Berita Terkait : Kemenag Mulai Cairkan Dana Bantuan Madrasah Rp 336 Miliar

Bank Mandiri terus menjaga pertumbuhannya termasuk dari sektor layanan digital. Lewat Super App Livin' by Mandiri, menghadirkan customer experience selayaknya layanan cabang dalam genggaman. Dispesifikasi ke nasabah ritel serta Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri yang memberikan layanan digital single access kepada nasabah wholesale

Sepanjang kuartal I-2022, Livin’ by Mandiri telah mencapai hampir 11 juta pengguna. Di mana angka ini naik tiga kali lipat sejak Oktober 2021, dengan jumlah transaksi Livin’ by Mandiri sebanyak 417 juta transaksi atau tumbuh 71 persen yoy. Serta nilai transaksi Livin’ by Mandiri mencapai Rp 508 triliun naik 49 persen yoy.

Sementara untuk Kopra by Mandiri mencatat jumlah transaksi wholesale sebanyak 169 juta naik 98 persen yoy, dengan nilai transaksi digital wholesale sebesar Rp 5.037 triliun, nilai transaksi cash management mencapai Rp 4.546 triliun tumbuh 73 persen yoy, dan nilai transaksi trade Finance & Bank Guarantee mencapai Rp 170,6 triliun tumbuh 27,7 persen yoy.

“Saat ini Livin’ by Mandiri sudah mampu memproses hingga 11 ribu transaksi per detik, ini juga membuktikan bahwa channel digital Bank Mandiri sudah mendominasi transaksi nasabah,” pungkas dia. [DWI]