Sebelumnya
Genjot Vaksinasi
Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 belakangan ini bisa kemungkinan akibat munculnya subvarian BA.4 dan BA.5. Tapi, dia yakin kenaikan kasus subvarian ini, tidak akan parah seperti dua tahun lalu.
Baca juga : Antisipasi Omicron BA.4 Dan BA.5, Pemerintah Monitor Kapasitas RS-Obat
“Karena yang terinfeksi umumnya sudah memiliki proteksi atau imunitas, yang akhirnya membuat mereka tidak bergejala. Sedikit sekali yang bergejala,” kata Dicky, Minggu (12/6).
Dicky menjelaskan, ancaman fatal akibat subvarian tersebut tetap ada. Terutama pada lansia dan anak di bawah usia 3 tahun. Ia menyarankan agar Pemerintah terus menggencarkan vaksinasi booster.
Baca juga : Menkes: Varian Baru Omicron BA.4 Dan BA.5 Sudah Terlacak Di Indonesia
“Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki karakter mudah menginfeksi, baik yang sudah divaksin apalagi yang belum,” tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.