BREAKING NEWS
 

Akibat Buruknya Kualitas Udara Di Ibu Kota

Warga Ngeluh Sesak Nafas Dan Mata Perih

Reporter : OSPI DARMA
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 20 Juli 2022 07:30 WIB
Kendaraan melintas dengan latar belakang gedung bertingkat yang terlihat berkabut di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Menurut data dari laman lembaga kualitas udara IQAir, pada Rabu 22 Juni 2022 hingga pada pukul 11.00 WIB indeks pencemaran udara di Ibu Kota berada di angka 160 dan masuk dalam kategori tidak sehat. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp).

 Sebelumnya 
“Banyak orang menyarankan dirinya untuk mengkonsumsi obat herbal agar tidak sakit karena polusi udara,” ungkapnya.

Adsense

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, Muhammad Aminullah menilai, polusi udara di Jakarta sebenarnya bukan hal baru. Namun kini polusi di DKI terukur melalui IQ Air.

“IQ Air memperlihatkan hampir setiap hari Jakarta menempati urutan lima besar sebagai kota paling berpolusi di seluruh dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta semua industri di Ibu Kota dan sekitar Jakarta untuk bertanggung jawab atas dampak polusi di Ibu Kota.

Baca juga : Kapolda Irjen Fadil Minta Dirlantas Berkantor Di Jalan Raya

“Kami ingin semua ambil tanggung jawab karena konsekuensi dari udara yang tidak sehat itu dirasakan oleh semua, termasuk kami yang di Jakarta,” katanya.

Anies meminta pelaku industri memastikan aktivitasnya tidak menghasilkan polusi udara yang mengotori.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) terus mengajak masyarakat dan stakeholder untuk ikut mengurangi polusi udara.

“Kami mengimbau kepada seluruh industri seperti pabrik-pabrik agar mau memeriksakan dan melakukan uji emisi pada gas buangnya di cerobong-cerobong asap,” kata Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian Dampak Lingkungan dan Kebersihan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Heri Permana.

Baca juga : Sandiaga Gelar Bazar Sembako Murah Dan Serahkan Kambing Kurban

Dia menyebutkan, banyak perusahaan sudah menyerahkan hasil pemeriksaan uji emisi kepada Pemkot Jakbar. Dia mengklaim, sebagian besar industri atau pabrik di Jakbar taat dalam menyerahkan hasil uji emisi cerobong. Diharapkannya, pengawasan ini dapat membantu Pemerintah Provinsi DKI dalam memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kualitas udara di Jakarta.

“Kualitas udara adalah tanggung jawab bersama. Apalagi pencemaran tertinggi di Jakarta berasal dari kendaraan bermotor,” katanya di Jakarta, Senin (18/7).

Dia mengimbau, agar masyarakat mengurangi aktivitas kendaraan bermotor.

Baca juga : DPRD DKI Segera Sahkan Raperda Disabilitas

“Kurangi dan batasi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dengan bersepeda, berjalan kaki atau beralih ke transportasi umum,” sebut Ali. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense