BREAKING NEWS
 

PTM 100 Persen Di DKI Jalan Terus

Kasus Covid Di Sekolah Kurang Dari 1,3 Persen

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Jumat, 29 Juli 2022 07:30 WIB
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di SMPN 242 Jakarta, Senin (11/7/2022). Pemerintah memberlakukan Pemberlajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di sekolah pada tahun ajaran baru 2022/2023 pada masa PPKM level 1 di Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU).

 Sebelumnya 
Yang kerja bukan pegawai Pemprov semua. Ada pegawai Pemerintah Pusat, ada swasta, macam-macam lah. Jadi harus diputuskan bersama,” jelasnya.

Adsense

Politisi Gerindra ini bilang, akan terus melakukan upaya untuk menurunkan kasus positif Covid-19 di Ibu Kota. Dia meminta warga untuk kembali waspada, menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksin booster.

Riza mengaku belum merencanakan pemberian vaksin booster kedua atau dosis keempat. Menurutnya, booster pertama cukup efektif melindungi diri.

Merujuk data dari Pemprov DKI Jakarta, capaian vaksinasi vaksinasi Covid-19 dosis 1 sebanyak 12.589.518 orang dan dosis 2 mencapai 10.755.465 orang. Sedang vaksin dosis ketiga atau booster baru sebanyak 4.429.275 orang.

Baca juga : Puan Ingatkan Tren Kasus Covid Naik, DPR: Gas Dan Rem Perlu Dilakukan

Kematian Rendah

Epidemiolog Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman mengaku sudah memprediksi akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Bahkan lebih besar dari kasus varian Delta. Namun, kasus kematian cenderung menurun.

“Tapi kasus orang masuk rumah sakit akan tetap tinggi,” kata Dicky, Rabu (27/7).

Karena itu, ketika Pemerintah ingin melonggarkan aktivitas masyarakat, terutama ketika memberlakukan sekolah PTM 100 persen, dia menyarankan vaksin tiga dosis sebagai syarat.

Baca juga : Dunia Pendidikan Mau Dipulihkan

“Namun prinsipnya, kalau semua aktivitas masih berlangsung, harus tetap dipantau,” ujarnya.

Dicky mengingatkan, selama pandemi masih berlangsung, masyarakat jangan abai. Harus tetap menerapkan prokes. Dan menurut data terbaru dari Denmark, kata Dicky, subvarian BA.4 dan BA.5 bisa tiga kali lipat menyebabkan orang masuk rumah sakit ketimbang varian sebelumnya.

Untuk PTM 100 persen, Dicky menyarankan, agar sirkulasi udara atau ventilasi kelas diperbaiki. Hal ini untuk mengurangi risiko penyebaran virus yang terkonsentrasi di satu ruangan.

“Sekolah bisa menambah kipas angin untuk memperbaiki sirkulasi karena covid-19 juga ditularkan melalui udara,” ujarnya.

Baca juga : Anak 6 Tahun Ke Atas Kudu Divaksin Booster

Tak hanya itu, dia mengimbau sekolah memberi opsi kepada guru dan murid yang sedang tidak dalam kondisi fit untuk belajar atau mengajar secara daring.

“Bagaimanapun kondisi saat ini tidak boleh lengah. Apalagi ada orang yang berpikiran sudah terinfeksi berkali-kali tidak apa-apa. Pemikiran ini yang sangat berbahaya dan risikonya sangat besar terutama penurunan kesehatan,” tandasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense