RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta perlu mempertimbangkan untuk membangun Rumah Sakit (RS) khusus anak. Langkah ini sebagai bentuk kesigapan di saat meningkatnya pasien kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau acute kidney injury (AKI).
Masukan tersebut disampaikan Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Iman Satria. Menurutnya, kemunculan kasus gagal ginjal akut bisa menjadi momentum Dinkes untuk menyediakan fasilitas kesehatan khusus anak atau RS Anak. Terlebih, banyak warga kesulitan mencari ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
“Saat ini fasilitas (RS Anak) belum dimiliki Pemprov DKI. Mudah-mudahan nanti ada solusi yang terbaik,” kata Iman, di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Telkom Dorong Digitalisasi Kelas Dunia Di Kawasan Ibu Kota Negara
Dengan memiliki RS Anak, lanjut Iman, Pemprov DKI tidak lagi mengandalkan fasilitas kesehatan dari Pemerintah Pusat.
Terkait anggaran untuk pembangunan, Iman bilang, Pemprov DKI masih memiliki dana yang cukup.
“Dana kita banyak kok. Bisa untuk membangun RS Anak,” katanya.
Baca juga : Warga Ibu Kota Serbu MRT Jakarta
Iman mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes membahas penanganan kasus gagal ginjal. Dinkes sudah memiliki prosedur di dalam penanganan kasus tersebut.
Iman meminta Dinkes DKI fokus mempersiapkan berbagai upaya untuk menyelamatkan anak-anak penderita kasus gagal ginjal, sehingga tidak ada lagi korban yang meninggal dunia. Komisi E siap untuk memberikan dukungan anggaran.
“Apabila dibutuhkan beli alat dan obat, kita sudah siapkan dana BTT (Biaya Tidak Terduga) dan bisa pakai dana itu,” ujarnya.
Baca juga : Guido Punxgoaran Bikin Lagu Khusus Untuk Tokoh Muda Siantar
Anggota Komisi E lainnya Oman Rakinda meminta, Dinkes cepat dalam merespons aduan masyarakat yang meminta pertolongan, terutama yang memiliki ciri-ciri gejala gagal ginjal.
“Saya ingin agar upaya edukasi ditingkatkan lagi. Jajaran Dinkes bisa manfaatkan semua channel (saluran) komunikasi online maupun offline, untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat dan menunjukkan DKI siap menangani kasus ini,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.