Sebelumnya
“Penting membangun mindset dan budaya memahami keuntungan menggunakan transportasi publik,” ujarnya.
Karena itu, dia meminta Pemprov DKI Jakarta terus berbenah mewujudkan transportasi publik yang lebih baik. Dia pun mengapresiasi pengembangan Stasiun Manggarai yang menjadi stasiun sentral dan terbesar di Indonesia.
“Lima tahun lalu ada sekitar 800 ribu orang per hari yang berpindah melalui stasiun ini, sekarang ada sekitar 1,1 jutaan orang per hari. Orang yang berpindah lebih banyak, artinya kan semakin banyak yang menggunakan, ada perbaikan layanan jadi semakin baik,” paparnya.
Baca juga : Kapan Nih, Mafia Pangan Diberesin?
Jika kebijakan WFH kembali diterapkan, Ikaputra menyebutkan, akan menghambat bahkan menghentikan kerja transportasi publik.
“Perputaran ekonomi di sektor transportasi akan berhenti, perputaran ekonomi hanya terjadi di kantor saja. Ini yang harus dipahami juga,” terangnya.
Pengamat transportasi asal UGMAhmad Munawar mengatakan, WFH bukan solusi mengatasi kemacetan di Jakarta. Kemacetan, bisa diatasi dengan penyediaan fasilitas angkutan umum yang memadai. Dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.
Baca juga : Teknokrat Penuh Keberhasilan, Erick Thohir Layak Jadi Cawapres Terkuat
Munawar bilang, dari semua kota di Indonesia, penggunaan angkutan terbaik adalah Jakarta. Transportasi umum yang tergolong lengkap. Mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL Commuterline.
“Persentase penggunaan angkutan umum di Jakarta termasuk tinggi, tetapi banyak yang tinggal di luar Jakarta sehingga perlu penambahan angkutan umum dan subsidi yang tinggi,” ujarnya.
Kebijakan WFH atau WFO, sebaiknya tidak ditetapkan sama rata di setiap sektor. Dia mencontohkan di sektor pendidikan. Dari pengalaman mengajar selama pandemi, dia merasakan pembelajaran berjalan kurang efektif dengan WFH atau menggunakan sistem online.
Baca juga : KAI Kembalikan Biaya Tiket 100 Persen Bagi Penumpang Yang Batalkan Perjalanan
“Harus dilihat kalau bisa efisien dan efektif WFH ya silakan, tapi kalau tidak ya kerja di kantor,” tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.