Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pesan Mendikbudristek: Warga Pendidikan Harus Punya Kemampuan Tanggap Bencana

Kamis, 24 November 2022 19:50 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana, di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11). (Foto: Humas Kemendikbudristek)
Mendikbudristek Nadiem Makarim usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana, di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11). (Foto: Humas Kemendikbudristek)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengapresiasi guru-guru SMA Negeri 2 Cianjur yang mampu mengelola peserta didiknya dengan baik sehingga aman dari dampak gempa yang melanda Kabupaten Cianjur.

"Saya mengapresiasi guru-guru yang mengamankan siswa saat terjadi bencana, sampai tidak ada korban jiwa sama sekali. Inilah yang disebut pahlawan karena bisa memastikan siswanya yang sedang belajar bisa berada di tempat aman," kata Nadiem, usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana, di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11).

Nadiem menyampaikan, Kemendikbudristek akan terus berupaya menghadirkan berbagai dukungan untuk mempercepat pemulihan satuan pendidikan dan warga pendidikan dari dampak gempa.

Berita Terkait : KPK: Penyelidikan Kasus Kardus Durian Objektif Dan Transparan

Perbaikan bangunan sekolah akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tak luput, Mendikbudristek menyampaikan bahwa untuk memenuhi hak belajar anak, beragam moda pembelajaran dapat diterapkan dalam masa tanggap darurat ini.

Kewenangan pengelolaannya menyesuaikan situasi dan kondisi peserta didik, pendidik, dan sarana yang ada. Pengaturannya akan dikembalikan kepada Dinas Pendidikan setempat sesuai kewenangannya.

Berita Terkait : Pendatang Baru Janji Tancap Gas

"Namun, kita harus utamakan keselamatan dan pemulihan dari trauma akibat bencana yang dialami. Saya rasa itu yang utama saat ini," tutur Nadiem.

Sebelumnya, saat mendampingi Mendikbudristek meninjau bangunan sekolah yang rusak akibat gempa, Kepala SMA Negeri 2 Cianjur, Haruman Taufik mengungkapkan bahwa sekolahnya terdampak dua kali gempa.

Gempa pertama tidak membuat bangunan sekolah rubuh. Saat itu, jelas Haruman, para guru dengan sigap menginstruksikan seluruh peserta didik untuk meninggalkan ruang kelas dan berkumpul di lapangan.

Berita Terkait : BNPT Bekali Entrepreneurs Organization Indonesia Kemampuan Cegah Terorisme

Lalu, setelah gempa kedua atau susulan, barulah membuat kerusakan yang lebih parah terutama enam ruang kelas di lantai dua.

"Saya salut dengan kesigapan para guru yang segera membawa anak-anak ke tempat aman," ujarnya.

Lebih lanjut, Haruman menekankan bahwa siapapun dalam situasi bencana harus tetap tenang agar bisa mencari solusi. Selain kerusakan enam kelas di lantai dua.
 Selanjutnya