BREAKING NEWS
 

Pentingnya Ruang Publik Dalam Pengembangan Potensi

Kawasan TOD Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jadi Tempat Hits Sekaligus Healing

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Minggu, 26 Februari 2023 13:32 WIB
Lokasi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu berada di kawasan sekitar Terminal Blok M dan Stasiun MRT Blok M BCA. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Dalam event bertajuk Pesta di Taman ini dimeriahkan dengan penampilan Angklungan di Taman oleh Komunitas Angklung-Pelangi yang beranggotakan para lansia. Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa melakukan ‘Piknik di Taman’ bersama komunitas Ayo ke Taman.

Dilanjutkan dengan mendengarkan berbagai dongeng dan cerita yang menarik dengan ‘Carita di Taman’ yang berkolaborasi dengan Jakarta Book Hive di Ruang Baca Taman Literasi. Lalu pengunjung mengikuti ‘Baca Bareng di Taman’ yang berkolaborasi dengan Kompas Gramedia. Kegiatan tersebut juga meliputi aktivitas bertukar buku bekas layak baca atau ‘Book Blind Date’ bersama Jakarta Book Hive.

Direktur Utama PT ITJ Ferdiansyah Roestam dalam kesempatan tersebut sempat berujar, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dibangun dengan mengusung tema literasi. Di mana Jakarta, yang merupakan salah satu kota pertama di dunia yang terpilih sebagai city of literature, yang merupakan bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO.

“Kegiatan bersama komunitas dan membaca buku, mampu membangkitkan minat membaca masyarakat didukung dengan fasilitas yang tersedia. Seperti kafe, kumpul komunitas, hingga kesenian yang bekerja sama dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan,” jelasnya.

Baca juga : Gubernur DKI Jakarta Resmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

 

Salah satu fasilitas ruangan perpustakaan mini di Tamab Literasi Christina Martha Tiahahu yang sering dimanfaatkan pengunjung. (Foto: Istimewa)

 

Masyarakat sambung Ferdiansyah, bisa menghabiskan waktu di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang diciptakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus tempat berinteraksi. Bahkan ke depannya, akan ada kegiatan tematik yang reguler menarik untuk meningkatkan literatur membaca terutama anak-anak di Taman Literasi ini.

Rencananya, ITJ bakal membangun empat taman di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat pada 2023. Taman tersebut menurutnya, akan dibangun dengan tema yang berbeda-beda. Ada taman literasi, taman budaya atau taman teknologi. Di mana masing-masing taman diharapkan memiliki ikonnya sendiri.

Baca juga : AP 2 Sediakan Tujuh Lokasi Layanan Rapid Test Antigen

“Semua taman akan terintegrasi dengan transportasi publik. Karena ada dalam zona TOD. Taman yang sudah lama sekali tidak terawat, akan dibongkar ulang dan dikembangkan. Rencananya juga ada tempat pertunjukan yang tersambung dengan stasiun MRT Lebak Bulus di bagian selatan Jakarta,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dikelola ITJ dengan berkolaborasi bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, serta Perpustakaan Jakarta.

Revitalisasi taman ini dilakukan dengan menambahkan sekitar 11 persen area hijau. Sejak direnovasi pada 2021 hingga 2022, saat ini Taman Literasi Martha Christina Tiahahu memiliki luas sekitar 9.170 meter persegi (m2). Taman ini memiliki ruang terbuka lagi di lantai dua, dengan spot menarik seperti Taman Atap Abubu yang jalannya mengitari atau atap melingkar.

Taman ini juga dilengkapi dengan beragam fasilitas menarik seperti paviliun literasi, selasar pandang, galeri, amfiteater, taman plaza, taman bermain, forest walk, hingga kolam teratai dan lainnya. Siapa pun bisa datang kapan saja, tanpa dipungut biaya alias gratis.

Baca juga : Kementan Pacu Pengembangan Sentra Tanaman Hias di Tawangmangu

Terobosan Kawasan TOD

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga menegaskan, kehadiran taman sebagai ruang publik, terbuka bagi siapa pun untuk berkembang dan menikmatinya. Bahkan berkaca pada fenomena anak muda pinggiran Jakarta seperti Depok dan Bogor, dengan kemunculan Citayam Fashion Week (CFW) tahun lalu, menjadi bukti bahwa kehadiran ruang publik menjadi wadah untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi.

“Itu sebabnya kenapa ruang publik dibangun harus dengan konsep yang menarik dulu. Literasi dan edukasi juga menjadi penting sebagai penunjang pemanfaatan ruang publik seperti di taman yang diusung oleh konsep TOD ini,” tuturnya saat dihubungi Rakyat Merdeka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense