BREAKING NEWS
 

Kebut Cashless Society

BI DKI Dorong Beli Kopi Di Kaki Lima Pake QRIS

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 4 Maret 2023 07:30 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar saat mengunjungi launching Yukk Payment Gateway di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Rabu (1/3). (Foto: Dede/RM).

 Sebelumnya 
Diakui dia, saat ini masih banyak faktor yang membuat pelaku UMKM belum masuk dalam ekosistem digital. Penyebabnya, bisa karena biaya, tidak terlalu paham teknologi digital dan bisa karena infrastruktur digital.

“Kami hadir untuk menjawab tantangan ini, karena kami punya infrastruktur yang mumpuni, biaya yang transparan dan mu­rah, serta dashboard yang sangat mudah digunakan,” tandasnya.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sangat besar. Sektor ini diketahui meru­pakan penyedia lapangan kerja terbesar dan pemain penting dalam pengembangan ekonomi lokal.

Baca juga : Kepala BI DKI Jakarta Dorong Pelaku UMKM Gunakan QRIS

Data dari Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) 2018 menunjukkan bahwa jumlah pelaku UMKM lebih banyak dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Yakni, mencapai 64,2 juta atau 99,99 persen dari jumlah pelaku usaha.

Daya serap tenaga kerjanya juga sangat tinggi, 117 juta pekerja atau 97 persen dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Dan produk domestik brutonya mencapai 61,1 persen. Jumlah ini lebih banyak dari yang disumbangkan oleh pelaku usaha besar, 38,9 persen yang jumlah­nya hanya 5.550 atau 0,01 persen dari jumlah pelaku usaha.

Sempat menurun karena pan­demi Covid-19, UMKM kem­bali bergeliat setelah Pemerintah memberikan dukungan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2020 dan 2021. Dana sebesar Rp 112,84 triliun telah dinikmati oleh lebih dari 30 juta UMKM pada tahun 2020. Pada 2021, Pemerintah menganggarkan Rp 121,90 trili­un untuk mendukung UMKM.

Baca juga : Dukung Cashless Society, Virgo Sabet Penghargaan Google Play

Program PEN ini berjalan mulus. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa per Agustus 2020 terdapat penciptaan kesempatan kerja baru dengan penambahan 0,76 juta orang yang membuka usaha dan kenaikan 4,55 juta buruh informal.

Jumlahnya terus mengalami kenaikan. Data dari Kemente­rian Koperasi dan UKM menun­jukkan, jumlah UMKM men­capai 8,71 juta unit pada 2022. Bertambahnya jumlah UMKM adalah momentum positif da­lam upaya pemulihan ekonomi nasional ini.

Untuk menjaga momentum positif itu sekaligus mening­katkan daya tahan ekonomi nasional, Pemerintah mendorong upaya transformasi digital pada sektor UMKM. Pemerintah me­mandang perlu melakukan trans­formasi digital karena ekonomi digital akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : Forkopi Usul Koperasi Tak Di Bawah Pengawasan OJK

Data menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara di Asia Tenggara dengan ekonomi digi­tal terkuat dan terbesar. Bahkan, ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan tumbuh 20 persen dari tahun 2021 menjadi 146 miliar dollar AS pada 2025.

Pada 2022, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa jumlah UMKM yang telah memasuki ekosistem digital mencapai 20,76 juta unit. Meningkat 26,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 16,4 juta.

Data ini menunjukkan bahwa sudah ada 32,44 persen dari 64 juta unit UMKM yang telah me­masuki ekosistem digital. Tar­get Kementerian Koperasi dan UKM adalah jumlah UMKM yang memasuki ekosistem digi­tal pada 2024 naik menjadi 30 juta unit. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense