Sebelumnya
“Akibatnya terbentur oleh banyak kepentingan,” ucapnya.
Karena itu, dia berharap, pembangunan RDF plant bisa segera dilaksanakan secara serentak. Dia bahkan mendorong RDF dibangun di setiap Kotamadya. Untuk di wilayah per Kotamadya, lanjutnya, bisa dibangun skala yang lebih kecil, yang dapat menampung 500-1.000 ton sampah.
Baca juga : Periksa Anggota DPRD DKI, KPK Endus Aliran Uang Pulo Gebang
“Lupakan saja program ITF yang tidak pernah terlaksana dan terkesan bertele tele. Jakarta sudah darurat sampah dan tidak bisa membuang waktu lebih lama lagi,” tegas Kent.
Selain itu, Kent mendorong agar setiap rumah tangga wajib melakukan pemilahan dan menyetor sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menurut dia, buruknya pengelolaan sampah juga disebabkan karena minimnya kesadaran, edukasi dan sarana pemilahan sampah.
Baca juga : Gus Muhaimin Bagikan Puluhan Ribu Paket Lebaran Untuk Warga Malang Raya
Jika masyarakat tidak teredukasi dengan baik, terang Kent, maka potensi membuang sampah sembarangan akan selalu ada. Kondisi ini akan menghambat program penanggulangan banjir.
“Saya ingin penanganan sampah menjadi satu perhatian khusus. Pengelolaan sampah ini harus jelas dari hulu sampai ke hilirnya,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.