BREAKING NEWS
 

Ini Penyebab Utama Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 4 September 2019 13:46 WIB
Detik-detik kecelakaan beruntun di Tol Cipularang. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polisi sudah mendapat titip terang penyebab utama kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 91 Tol Cipularang, Senin lalu. Rupanya, kecelakaan itu dipicu karena dua dump truck yang terlihat kelebihan muatan. Tidak tanggung-tanggung, kelebihan muatan sampai 25 ton.

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius  mengatakan, seharusnya, dua dump truck yang terlibat dalam kecelakaan itu membawa muatan seberat 12 ton. Namun, truk tersebut malah mengangkut muatan sebanyak 37 ton.

Baca juga : Truk Overload Hingga 300 Persen Picu Kecelakaan Maut di KM 91 Tol Cipularang

"Melebihi batas muatan. Harusnya 12 ton ternyata membawa 37 ton. Jadi kelebihan 25 ton atau 2 kali lipat," kata Matrius, di Polres Purwakarta, Rabu (4/9).

Adsense

Akibat muatan berlebih ini, fungsi rem di truk tersebut kurang maksimal. Terlebih, kontur jalan dalam posisi menurun.

Baca juga : Cegah Kecelakaan, Kemenhub Analisis Kondisi KM 90 Tol Cipularang

Awalnya, kedua truk ini berjalan beriringan. Namun, truk yang di belakang, dengan nomor polisi B 9763 UIT yang dikemudikan, Dedi Hidayat, mendahului akibat tak bisa mengerem dengan baik. Jaraknya lumayan jauh dengan truk lainnya yang bernomor B 9410 UIU yang dikemudikan Subana.

Tak lama kemudian, truk tersebut terguling di tengah jalan. Beberapa kenderaan kecil dan bus di belakangnya berhasil mengerem sehingga terhindar dari tabrakan. Sayangnya, truk yang dikemudikan Subana juga kehilangan kendali dan tak bisa mengerem. Akhirnya, truk itu menabrak beberapa kendaraan kecil yang berhasil mengerem tadi.

Baca juga : Ini Daftar 28 Korban Luka-luka Dalam Kecelakaan Maut KM 91 Tol Cipularang

"Karena jalan menurun kelebihan muatan mendorong. Panjangnya jalan 7 kilometer, dari KM 97 sampai dengan KM 90, mengakibatkan panasnya cakram rem dan menimbulkan berkurangnya koefisien pengereman. Rem jadi licin," sebut Matrius.

Atas hal ini, Polisi sudah menetapkan dua sopir truk itu, Dedi dan Subana. Namun, status tersangka Dedi langsung gugur karena yang bersangkutan ikut tewas dalam kecelakaan tersebut. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense