Sebelumnya
Menurut dia, sumber utama polusi udara di Jakarta adalah kendaraan dan industri. Jadi, dua sumber masalah tersebut harus menjadi sasaran utama.
“Semua kendaraan yang menghasilkan polusi atau gas buang di luar ambang batas tidak semestinya dibiarkan,” tegasnya.
Baca juga : Yuk, Ajak Anak-anak Ikut Imunisasi Gratis
Anggota Komisi D ini juga meminta DLH untuk mengecek Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) semua pabrik dan tempat usaha yang menghasilkan polusi udara. Selain itu, di areal yang terdapat kegiatan usaha harus dipasang alat ukur partikulat atau pencemaran udara yang dapat dilihat oleh masyarakat umum.
Dia juga mendorong agar penindakan terhadap pelaku pelanggaran dilakukan sejak dini. Jangan menunggu terjadi pencemaran parah, baru bergerak.
Baca juga : Ganjar Wujudkan Keinginan Siswa SD Di Republik Anak Kenalan Magelang
Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan Nirwono Yoga mengamini sumber utama polusi udara di Jakarta adalah kendaraan dan industri. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta harus fokus mengatasi permasalahan ini.
Seperti terus membangun budaya bertransportasi publik, membiasakan berjalan kaki atau bersepeda, integrasi seluruh transportasi publik, pembatasan kendaraan pribadi berupa perluasan Ganjil Genap dan penerapan parkir elektronik progresif.
Baca juga : Kita Ingin Jadi Pemain Besar Kendaraan Listrik
“Selain itu, DLH harus bekerja sama dengan pengelola bengkel untuk membantu pemilik kendaraan memperbaiki sistem pembakaran kendaraannya. Sehingga asap yang dikeluarkan lebih bersih,” kata Nirwono kepada Rakyat Merdeka. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.