RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong meniru strategi Jepang dalam mengatasi kemacetan. Salah satu caranya, membatasi kepemilikan kendaraan, satu orang hanya boleh punya satu mobil.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Kemacetan di Ibu Kota, di Ballroom Sumba Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (6/7).
Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Gubernur DKIJakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan, upaya penanganan kemacetan merupakan tuntutan masyarakat yang harus didiskusikan bersama-sama oleh semua pihak terkait. FGD ini, diharapkan Heru, menghasilkan solusi, saran, ide dan inovasi untuk mengatasi kemacetan.
Baca juga : Bank DKI Gandeng Indomaret Sediakan Layanan Tarik TunaiĀ
“Pagi hari (kendaraan) seperti air bah, dari Bekasi, Tangerang, Depok pada jam yang sama menuju Jakarta. Bagaimana solusinya, antara lain, ada usul agar dibagi jam masuk kerjanya,” kata Heru.
Heru meminta, semua peserta FGD memberikan masukan. Karena, hasil FGD nanti akan dibawa ke Dewan Transportasi DKI Jakarta.
Heru menyampaikan, Pemprov DKI terus berusaha menangani kemacetan. Yang terbaru, menambah rute Transjakarta ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Ditegaskannya, Pemprov DKI terus berupaya menyelesaikan masalah kemacetan meskipun dilakukan secara bertahap.
Baca juga : DAIKIN Goes To Campus Sambangi UMSU, Perkenalkan Industri Tata Udara
“FGD ini akan menjadi bagian terpenting untuk menyelesaikan kemacetan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, FGD ini digelar karena kemacetan di Jakarta sudah menjadi salah satu masalah utama sehingga diperlukan upaya-upaya konkret.
Syafrin menuturkan, kebijakan Transport Demand Management (TDM) sebagai strategi membudayakan penggunaan angkutan umum sudah diterapkan. Layanan angkutan umum sudah terintegrasi dan mudah diakses.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.