Sebelumnya
Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Setda DKI Jakarta Widyastuti berjanji akan meningkatkan sinergi lintas SKPD, terutama untuk pemerataan pemberian PMT.
“Penanganan stunting akan dikelompokkan. Saat ini penanganan ada di di Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati mengatakan, 39.793 balita dengan permasalahan gizi tersebut terdiri dari 5.753 balita kurang berat badan, 9.191 balita kurang gizi, 2.026 balita gizi buruk, dan 22.823 balita stunting.
Baca juga : Kadiv Hubinter Polri Datangi KPK, Bahas Pencarian Buronan
Untuk pencegahannya, dia menyebut pihaknya sudah memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) pada anak usia sekolah dan Antenatal Care (ANC) untuk ibu hamil minimal enam kali per kehamilan. “Kami juga memonitor tumbuh kembang anak dan memberi penyuluhan di Posyandu,” imbuhnya.
Ani menyebut, pihaknya menargetkan tahun depan, stunting turun menjadi 13,5 persen.
“Kami akan berupaya untuk terus melakukan intervensi terhadap penurunan stunting dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak di lintas sektor,” ucapnya.
Baca juga : Duh, 36 Ribu Balita Di DKI Kurang Gizi
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar menginstruksikan jajarannya melalukan percepatan penurunan stunting di wilayahnya.
Anwar mengatakan, berbagai program sudah dijalankan Pemkot Jakarta Timur. Seperti Program 1 balita stunting 1 ASN (Aparatur Sipil Negara) orang tua asuh, 1 hari 1 telur, hingga pemberian makanan tambahan yang diberikan kepada anak kurang gizi, gizi buruk dan stunting.
Sayangnya, lanjut Anwar, dari hasil monitoring dan evaluasi, penurunan kasus stunting belum optimal. Karena itu, ia meminta kepada jajarannya untuk secara langsung memonitor pemberian makanan bergizi hingga benar-benar terkonsumsi oleh anak kurang gizi, gizi buruk dan stunting.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.