Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Jumlah balita yang mengalami kekurangan gizi di Ibu Kota masih cukup tinggi, yakni sebanyak 36 ribu orang. Untuk mengatasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggenjot distribusi vitamin dan makanan bergizi untuk balita tersebut.
Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 798.107 anak di DKI terdeteksi rawan gizi.
“Dari jumlah itu sudah ditimbang sebanyak 250.000 balita. Dan, diketahui balita yang bermasalah gizi sebanyak 36.000,” kata Heru saat bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/7)
Baca juga : Sah, Koulibaly Merumput Di Arab Saudi
Heru menjelaskan, pihaknya akan membahas temuan tersebut. Jumlah penderita gizi buruk bisa naik dan bisa turun karena perpindahan penduduk sangat dinamis.
Heru bilang, untuk pengentasan stunting, Pemprov DKI melakukan berbagai upaya intervensi secara terpadu. Antara lain, menyalurkan vitamin dan gizi tambahan melalui sekolah dan posyandu, khususnya bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Keluarga pemegang KJP selama ini sudah mendapatkan bantuan gizi, makanan tambahan, susu, ikan, daging dan ayam,” ujarnya.
Baca juga : Sah, Kepala BPK Bali Jadi Sekda DKI Jakarta
Selain itu, Pemprov DKI akan menggandeng stakeholders dan swasta untuk bersama-sama menangani stunting. Menurut Heru, anggaran penanganan stunting tersebar di Dinas Kesehatan, Dinas, Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk.
Heru menargetkan, angka kasus stunting turun sebesar 20 persen dalam kurun waktu tiga bulan.
Agar upaya mengentaskan stunting berjalan maksimal, Heru meminta keluarga balita ikut berperan aktif.
Baca juga : Jelang Piala Dunia, Racikan STY Bakal Diuji Di Turnamen Mini
“Ada anak stunting yang sudah kita rawat, dia berhasil keluar dari stunting. Tapi ketika kami konsentrasi ke tempat lain, diatenang gizi buruk lagi,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya