BREAKING NEWS
 

74,7 Persen Akibat Korsleting Listrik

Ngeri, Si Jago Merah Ngamuk 4 Kali Sehari

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Jumat, 22 September 2023 07:30 WIB
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji bersama seorang petugas PLN sedang memeriksa instalasi listrik sebuah rumah di Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (21/9/2023). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Kepala Bidang Operasi Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Suheri mengatakan, banyak tantangan dalam penanganan kebakaran di Jakarta sehingga dampak dan risiko yang ditimbulkan men­jadi semakin besar. Antara lain, masih minimnya pemahaman masyarakat tentang bagaimana langkah yang harus dilakukan ketika api membesar. Lalu, kurangnya tenaga pemadam dan alat pemadam kebakaran.

Untuk mencegah dampak dan risiko kebakaran, Suheri bilang, diperlukan peran serta masyarakat dalam menangani kebakaran di tahap awal. Karena itu, pihaknya rutin melakukan edukasi dan pelatihan kerelawanan kebakaran.

Baca juga : Diduga Akibat Konsleting Listrik, 4 Rumah Di Cipinang Besar Ludes Terbakar

“Kita bikin rencana operasi, misalnya berbasis kelurahan tingkat Rukun Warga (RW) su­dah diploting apa tugasnya. Ini untuk kesiapan pelaksanaan operasional. Jadi kalau ada ke­jadian di daerah Atitik airnya ada di mana sudah tahu,” kata Suheri saat diskusi tentang keba­karan di perkotaan dengan tema, Tantangan dan Solusi, yang di­siarkan channel YouTube BPBD DKI, Rabu (20/9).

Saat ini, diungkap Seheri, baru 19 persen kebakaran yang berha­sil ditangani warga. Sementara sisanya ditangani oleh Damkar.

Baca juga : Panas Ekstrem Memicu Si Jago Merah Ngamuk

“Kita berharap yang ditangani Damkar makin kecil, yang ditangani masyarakat makin banyak,” harapnya.

Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) DKI Ja­karta Isnawa Adji mengatakan, maraknya kebakaran di Jakarta bukan karena lagi musim kema­rau. Karena, saat musim hujan, kebakaran juga sering terjadi.

Baca juga : Atasi Segala Hambatan, Srikandi PLN Salurkan Listrik Ke Daerah 3T Di Sulawesi

Diungkap Isnawa, berdasar­kan data BPBD DKI Jakarta, masih banyak rumah tua di Jakarta, dibangun di era 1970. Instalasi listrik rumah-rumah tersebut belum dilakukan per­baikan. Kondisi ini, menurutnya, memicu terjadinya kebakaran.

Adsense

“Kami biasanya tinjau lokasi kebakaran, banyak kabel serabut tahun 80-an,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense