Sebelumnya
Kegiatan TIF ini, lanjut Benyamin, bertujuan untuk membangun kerja sama dan berkolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Selain itu, kegiatan TIF ini menurut Benyamin diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pelaku usaha lain untuk terus bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai realisasi investasi Kota Tangsel.
"TIF merupakan kegiatan mempromosikan, menggali peluang dan potensi ekonomi, beberapa narasumber menyampaikan apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh para investor besar ke depan di Kota Tangsel," ujar Benyamin.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Tangsel, Maulana Prayoga Utama Putra mengatakan, Tangsel menjadi daerah yang menarik dan layak untuk berinvestasi, karena lokasinya strategis yang didukung keberadaan pelaku usaha properti besar yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
"Dengan kemudahan transportasi, kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dan berinvestasi di Kota Tangsel," ujar Maulana.
Baca juga : Ingin UMKM Maju, Pelaku Usaha Rembang Deklarasi Dukung Ganjar Presiden 2024
Maulana berharap TIF sebagai forum investasi yang akan menghubungkan investor dengan proyek dan peluang menarik di wilayah Tangerang selatan.
"Forum ini diadakan untuk mempertemukan seluruh investor untuk bertemu dengan rekan-rekannya guna menciptakan lebih banyak kolaborasi di masa depan," ujar Maulana.
Sementara itu, Novi Imelly, Managing Director APARTHOUSE INDONESIA sebagai salah satu investor yang turut serta dalam event ini menyambut antusias forum investasi ini.
"Tangsel Investment Forum ini membuka peluang bagi para pengusaha untuk meningkatkan terus investasinya di Tangerang Selatan," jelas Novi.
Selain itu forum ini juga sangat membantu untuk menumbuhkan kepercayaan investor karena pemerintah kota Tangsel menjamin iklim investasi yang kondusif di sini.
Baca juga : Beringin Di Tangsel Gelar Event Rivo Cup
Lebih lanjut Novi menyampaikan bahwa para pengusaha mengapresiasi kegiatan ini karena bisa mengkoneksikan para pebisnis untuk saling bersinergi.
"Bahkan kami melihat akan ada peluang foreign investment dari Korea Selatan yang akan berinvestasi di Kota ini," pungkas Novi.
Perlu diketahui, peserta TIF ini sebanyak 150 Peserta yang terdiri dari pelaku usaha di Kota Tangerang Selatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Lembaga Pemerintahan dan Non Pemerintahan Kegiatan TIF ini juga kolaborasi antara Pemerintah dengan pelaku usaha baik sebagai pengisi acara dan peserta acara kegiatan.
Kegiatan TIF ini juga turut memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang berinvestasi di Tangerang Selatan, dengan kategori yang berbeda-beda, diantaranya;
1. Properti penyumbang retribusi terbesar jatuh kepada PT Bumi Serpong Damai
Baca juga : Ribuan Alumni Ikut Berpartisipasi Dalam Serviam Charity Challenge 2023
2. Pelaku usaha paling berkontribusi dalam pengurangan permasalahan persampahan jatuh kepada PT Jaya Real Properti
3. Pelaku usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar jatuh kepada PT Estadana Ventura
4. Pelaku usaha dengan program kemitraan terbaik jatuh kepada PT Indomarco Prismatama
5. Pelaku usaha dengan kepatuhan laporan LKPM terbesar jatuh kepada PT Pelita Reliance Internasional Hospital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.