Sebelumnya
Sementara PMKS yang membutuhkan pertolongan medis dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Sedangkan PMKS yang tidak diketahui alamat rumah atau keluarganya, maka dirujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Jaya di Jakarta Barat.
“Selama warga binaan berada di panti, petugas panti terus berupaya mencari keluarga warga binaan. Sehingga warga binaan bisa dipulangkan ke daerah asalnya,” jelasnya.
Pada 2024, Sudin Sosial Jakbar rutin menggelar penjangkauan PMKS. Kegiatan difokuskan di titik rawan seperti perempatan/lampu merah. Kegiatan tersebut dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum.
Per 1 -25 Januari 2024, Sudin Sosial Jakbar telah menjangkau 86 PMKS. Kepala Sudin Sosial Jakarta Barat Suprapto memaparkan, puluhan PMKS tersebut terjaring di perempatan lampu merah Cengkareng, Grogol, Terminal Kalideres, Tomang dan lainnya.
Baca juga : Napoli Vs Barcelona, Partenopei Tunggu Gebrakan Pelatih Baru
Penjangkauan melibatkan petugas gabungan Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian (P3S) dan Satpol PP. PMKS yang terjaring terdiri gelandangan, pengemis, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), manusia silver dan pak ogah.
“PPKS yang terjaring langsung dibawa dan diserahkan ke Panti Sosial Kedoya untuk diberikan pembinaan,” kata Kepala Sudin Sosial Jakbar Suprapto.
Diungkap Suprapto, mayoritas PMKS yang dijangkau pihaknya pada 2023, berasal dari Jakarta. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mayoritas PMKS berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur.
Suprapto menyebut, pada Januari-Oktober 2023, pihaknya menjangkau 1.318 PMKS. Dia bilang, PMKS yang ditertibkan cenderung fluktuatif setiap bulannya. Sudinsos, lanjutnya, hanya bertugas untuk menjangkau, sementara pembinaan PMKS merupakan wewenang pihak panti sosial.
Baca juga : Baru 3 Bulan Ngelatih, Mazzarri Langsung Digusur
Sudin Sosial Jakbar hanya menjaga agar jumlah PMKS di wilayahnya seminimal mungkin. Untuk mencegah maraknya aktivitas PMKS di Jakarta Barat, Suprapto mengimbau masyarakat agar tidak sembarang memberikan sedekah kepada para pengemis di jalanan.
“Jumlah gelandangan bisa berkurang. Diharapkan, warga menyumbangkan ke pihak yang resmi,” tuturnya.
Hal serupa dilakukan Sudin Sosial Jakpus. Pada Januari 2024, Sudin Sosial Jakpus telah menjangkau 59 orang. Kepala Sudin Sosial Jakpus Abdul Salam mengatakan, pengendalian PMKS secara intensif dilakukan kegiatan pelayanan, pengawasan, dan pengendalian sosial PMKS jalanan agar tidak mengulangi kegiatannya.
“59 orang yang dijangkau dirujuk ke Panti Sosial Insan Bangun Daya 01 Kedoya untuk penampungan sementara dan bimbingan sosial kepada para PMKS,” katanya.
Baca juga : Filipina Bangun Aliansi Keamanan Dengan AS
Abdul Salam menerangkan, 59 orang yang dijangkau tersebut terdiri dari lansia telantar 15 orang, gelandangan 28 orang, 5 orang pengemis, 8 ODMK (Orang Dalam Masalah Kejiwaannya), dan 3 orang non PMKS.
“Kebanyakan PMKS yang dijangkau berdasarkan laporan dari masyarakat melalui aplikasi JAKI,” tandasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 21 Februari 2024 dengan judul Sering Terjadi Jelang Bulan Puasa, Kebon Sirih Wanti-wanti Pengemis Serbu Jakarta
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.