BREAKING NEWS
 

Mengintip Tempat Tinggal Calon Tunggal Kapolri Pilihan Presiden

Rumah Dinas Dikosongkan, Komjen Idham Azis Tempati Rumah Pribadi

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 28 Oktober 2019 22:10 WIB
Kesibukan di rumah dinas Kabareskrim menjelang pencalonan sebagai Kapolri. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Untuk harta bergerak, Idham memiliki mobil merek Toyota Innova Venturer tahun 2017 dan mobil merek Toyota Kijang Innova tahun 2016 dengan nilai total Rp 730 juta.

Selain itu, Idham tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 490 juta. Idham juga menyimpan giro dan kas lainnya mencapai total Rp 834 juta. Ia tidak memiliki utang. Sehingga total ke kayaan Idham Aziz mencapai Rp 5.513.808.813.

Untuk urusan prestasi, Komjen Idham Aziz merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang punya banyak prestasi. Berbagai jabatan di Korps Bahayangkara pun pernah ditempati hingga ke kursi Kabareskrim Polri.

Baca juga : Tekan Kemacetan Ibu Kota, DPRD Minta Anies Segera Berlakukan ERP

Selain kariernya cemerlang, Idham juga sering dilibatkan dalam tim satuan tugas untuk mengungkap perkara-perkara yang menjadi sorotan publik. Sebab, Idham punya latar belakang sebagai reserse dan antiteror.

Pada 2001, Idham jadi anggota Tim Kobra yang menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tomi Soeharto di bawah pimpinan Tito Karnavian. Saat itu, Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.

Selain itu, Idham juga ikut menumpaskan otak bom Bali, Dr Azhari, di Batu, Malang pada 2005. Idham bersama timnya mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto. Usai berhasil melumpuhkan Dr Azhari, Idham kembali mendampingi Tito terbang ke Poso, Sulawesi Tengah untuk menuntaskan kasus mutilasi tiga gadis Kristen.

Baca juga : Pak Anies, Kok Baru Nyisir Anggaran di Detik Terakhir?

Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Idham berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada 9 Januari 2010.

Saat menjabat Kapolda Metro Jaya, Idham berhasil mengungkap kasus penyeludupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan satu ton sabu-sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer, Banten. Idham juga ikut menumpaskan dua teroris kelompok Santoso, di Poso, Sulawesi Tengah. Saat Idham menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.

Kemudian, Idham terlibat juga dalam operasi camar maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah pada awal 2015. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense