RM.id Rakyat Merdeka - Progres pembangunan Mass Rapid Transit/MRT Fase 2 (Bundaran HI-Kota) menggembirakan. Proyek ini berjalan on the track alias sesuai jadwal dan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD)-nya tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
PT MRT Jakarta (Perseroda) sedang menggenjot pengembangan kawasan TOD di sekitar Stasiun MRT Fase 2 dengan pembiayaan dari non APBD dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Pembangunan kawasan bisnis ini pun dilakukan tidak menunggu proyek MRT jadi.
“Pengembangan ini belajar dari pengalaman pembangunan Fase 1 dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI),” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat saat peluncuran buku, “Membangun MRT, Pengalaman Kepemimpinan William Sabandar” di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2024).
Baca juga : Jokowi-KPU 100 Persen Ikut Putusan MK
Tuhiyat mengungkapkan, pembangunan TOD diupayakan menggunakan creative financing, sehingga cara ini memberikan ruang bagi Pemerintah untuk bisa mengalokasikan APBD ke area vital lainnya.
Diungkap Tuhiyat, setelah MRT Fase 1 resmi beroperasi, pihaknya melanjutkan ke proyek MRT Fase 2 rute Bundaran HI-Kota sepanjang 6 km. Pembiayaan proyek MRT Fase 2 kembali didanai Japan International Cooperation Agency (JICA).
“MRT Jakarta mengikuti kompetensi standar perusahaan Jepang. Contract Package (CP) dikerjakan dengan tiga paket,” ujarnya.
Baca juga : Kata Hasto, Anies Tak Harus Jadi Kader Banteng
Paket pertama, CP 201 dari Bundaran HI ke Harmoni. CP 202 dari Harmoni ke Mangga Besar. Dan CP 203 dari Mangga Besar ke Kota. Meski sempat terkendala akibat pandemi Covid-19 pada 2020-2021, proses pengerjaan proyek MRT Fase 2 terus berjalan.
“Sampai pertengahan Mei 2024, progres penyelesaian proyek MRT Fase 2 dari Bundaran HI ke Harmoni atau CP 201 mencapai 67,3 persen. Progres CP 202 mencapai 23,8 persen, dan CP 203 sekitar 42,9 persen. Ini berarti rata-rata penyelesaian MRT Fase 2 hampir 33 persen,” bebernya.
Untuk proyek MRT Fase 3 dari Barat-Timur. Yakni dari Balaraja, Kabupaten Tangerang ke Cikarang, Kabupaten Bekasi sepanjang 87 km. Fase ini melintasi tiga provinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Fase ini akan dimulai dengan proses groundbreaking pada Agustus 2024.
Baca juga : Nasib Airin Masih Misterius
“Tahap pertama proyek MRT Barat-Timur yang akan dibangun adalah dari Medan Satria di Jakarta Timur ke arah Kembangan di Jakarta Barat,” ucapnya.
Tahap kedua, dari Medan Satria menuju Cikarang dan tahap ketiga dari Kembangan menuju Balaraja di Tangerang.
“Tahun 2024, PT MRT mengejar pembangunan dari Medan Satria menuju Tomang sepanjang 24,5 kilometer, dan jika dilanjutkan ke arah Kembangan, jaraknya menjadi 33,6 kilometer,” jelas Tuhiyat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.