BREAKING NEWS
 

Transjakarta Rute Blok M-Kota Mau Dihapus Tahun 2029

Penumpang Bakal Migrasi Ke MRT, Beban Tarif Naik

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 28 Desember 2024 06:50 WIB
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: disway.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menghapus rute Transjakarta koridor 1 Blok M-Kota tahun 2029. Hal itu dilakukan seiring dengan beroperasinya Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota. Namun, kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kebijakan itu dikaji lagi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, setelah pembangunan MRT Fase 2A selesai, yakni sekitar tahun 2029, akan ada penyesuaian rute atau rerouting untuk memastikan efisiensi dan integrasi layanan transportasi publik.

Menurutnya, Jakarta memi­liki rencana induk transportasi yang mengedepankan efisiensi pengelolaan subsidi, termasuk Dana Public Service Obliga­tion (PSO).

Baca juga : Lazio Vs Atalanta, Buru Kemenangan Di Akhir Tahun

Karena itu, ketika MRT Fase 2A selesai dan beroperasi penuh dari Lebak Bulus hingga Kota, layanan Transjakarta yang ber­himpitan 100 persen dengan jalur MRT, seperti Koridor 1 Blok M-Kota, akan di-reroute.

“Bukan berarti layanan di­hentikan, tetapi diarahkan ulang agar lebih optimal,” ujar Syafrin dalam siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (21/12/2024).

Syafrin juga menekankan, layanan Transjakarta akan tetap berperan sebagai penghubung atau feeder untuk angkutan rel, termasuk MRT dan LRT (Light Rail Transit). Hal ini sesuai dengan kebijakan Pemprov yang menjadikan transportasi berbasis rel sebagai tulang pung­gung sistem transportasi massal.

Baca juga : Laga Lanjuta NBA, Grizzlies Hancurkan Raptors

Prinsipnya, Transjakarta akan menjadi pelengkap untuk trans­portasi rel, bukan digantikan.

“Contoh, layanan di Bundaran HI tidak akan dihilangkan. Rute Transjakarta akan tetap terman­faatkan dengan pola integrasi, misalnya dari Semanggi, Kebon Sirih, hingga Tanah Abang, un­tuk mendukung konektivitas,” jelas Syafrin.

Soal tarif MRT yang dianggap mahal oleh sebagian masyara­kat, Syafrin mengaku, evaluasi tarif akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keterjangkauan tanpa mengor­bankan kualitas layanan.

Adsense

Baca juga : Situasi Politik Korsel Semakin Kacau Balau

“Kami akan melakukan pe­nyesuaian tarif agar tetap ter­jangkau dan mendukung in­tegrasi transportasi massal di Jakarta,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense