Dark/Light Mode

Jadi Tersangka KPK, Hasto Hormati Proses Hukum

Jumat, 27 Desember 2024 08:05 WIB
Sambil memegang buku Bung Karno, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengomentari statusnya sebagai tersangka, lewat video yang disebar, Kamis (26/12/2024). (Foto: Istimewa)
Sambil memegang buku Bung Karno, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengomentari statusnya sebagai tersangka, lewat video yang disebar, Kamis (26/12/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, akhirnya buka suara setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Hasto menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap dipenjara karena menjadi bagian dari pengorbanan cita-cita perjuangan.

Setelah tiga hari ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka, Hasto tampil ke publik melalui video singkat berdurasi 2 menit 16 detik. Sambil memegang buku ‘Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ karya Cindy Adams, Hasto dengan tegas mengaku tidak bakal lari dari proses hukum.

“Setelah penetapan saya sebagai tersangka oleh KPK, maka sikap dari PDI Perjuangan adalah menghormati keputusan dari KPK. Kami adalah warga negara yang taat hukum,” ujar Hasto, Kamis (26/12/2024).

Baca juga : Kenapa Nggak Kerja Di Dalam Negeri? Susah, Pak...

Hasto mengatakan, sejak awal selalu konsisten mengkritisi iklim demokrasi di Indonesia yang menurutnya terus mengalami penurunan. Dalam berbagai kesempatan, dia juga mengaku, selalu meminta agar suara rakyat tidak dikebiri, karena negara hukum tidak bisa dimatikan oleh watak kekuasaan yang otoriter dan menindas rakyatnya sendiri.

Hasto memahami, sikap tegasnya itu punya risiko. Namun, sebagai murid Bung Karno, dirinya pantang mundur dan memegang teguh pedoman perjuangan Sang Proklamator yang dituangkan dalam buku karya Cindy Adams.

“Maka penjara pun adalah suatu jalan dan bagian dari pengorbanan terhadap cita-cita. Itulah nilai-nilai yang diperjuangkan oleh seluruh kader PDI perjuangan,” tegasnya.

Baca juga : Kemenhub Siapkan 2 Strategi Cegah Macet Horor Di Puncak

Dalam video tersebut, Hasto juga menyinggung soal sosok yang dipecat PDIP punya ambisi kekuasaan. Tanpa menyebut nama, dia mengatakan, sosok tersebut seperti mau melanggar konstitusi dengan perpanjangan masa jabatan atau perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Untungnya, kata Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu berdiri tegak dalam menjaga konstitusi dan demokrasi, serta konsisten memperjuangkan nilai-nilai kedaulatan rakyat dengan membangun supremasi hukum yang berkeadilan. “Untuk itu kami tidak akan pernah menyerah baik mau digunakan suatu proses intimidasi secara formal, maupun dengan cara-cara di luar formal sekalipun,” tegasnya.

Sebagai seseorang yang tunduk pada perintah ketua umum, Hasto menegaskan, akan terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dengan menyuarakan kebenaran. Hal tersebut dilakukan semata-mata demi menjaga PDIP dan ketua umumnya dari berbagai upaya yang ingin merongrong marwah dan kewibawaan partai hanya karena ambisi kekuasaan.

Baca juga : Golkar: Prabowo Terapkan Moderasi Politik Bijaksana

“Risiko apapun siap kita hadapi dengan kepala tegak dan mulut tersenyum. Terima kasih, Merdeka!” tegas Hasto.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.