BREAKING NEWS
 

Contek Ahok, Gubernur Pram Pake Dana Denda KLB Untuk Bangun Fasilitas Publik

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Senin, 14 April 2025 20:01 WIB
Warga menghabiskan waktu di Taman Literasi Martha Tiahahu, Blom-M, Jakarta Selatan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memanfaatkan dana denda Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk menata sejumlah taman yang buka 24 jam.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, penggunaan dana ini akan dilakukan secara transparan dan cepat, demi kepentingan masyarakat Jakarta. 

“Jadi yang pertama, hal yang berkaitan dengan KLB, memang saya ingin transparan terbuka. Apapun administrasi dan pemerintah Jakarta harus lebih terbuka,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (14/4/2025). 

Pramono menjelaskan, penggunaan dana denda KLB ini mencakup berbagai proyek publik, termasuk pembangunan kawasan berbasis transportasi atau Transit-Oriented Development (TOD) dan penataan taman. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dari KLB akan dikembalikan untuk kesejahteraan warga. 

Baca juga : RI-Turki Teken Kerja Sama Di Bidang Komunikasi Publik

“Sehingga dana denda KLB yang bertele-tele atau SLF (sertifikat laik fungsi) yang bertele-tele, saya akan percepat. Itu berapa pun yang dihitung dari KLB sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya. 

Penggunaan dana denda KLB ini mengikuti praktik yang sudah pernah diterapkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang membangun Jembatan Semanggi dan revitalisasi Kalijodo melalui skema serupa. Menurut Pramono, pendekatan ini terbukti efektif dan efisien dalam mendorong pembangunan ruang publik tanpa membebani APBD. 

Adsense

“Karena KLB sudah saya minta oleh ditandatangani kemarin sudah ada. Jadi apa yang dulu dilakukan oleh Pak Ahok ketika membangun Jembatan Semanggi dan Kalijodo, sekarang akan kita lakukan yang sama,” kata Pramono saat meninjau Taman Langsat, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2025). 

Selain taman, dana KLB juga akan digunakan untuk pembangunan TOD di Bundaran HI dan Blok M, sebagai bagian dari penataan kawasan strategis Ibu Kota, yang juga akan mendukung posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ASEAN. 

Baca juga : Gubernur Pram Pastikan 707.622 Anak Terima KJP Tahun Ini

“Termasuk yang kemarin ditandatangani sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat yaitu nanti untuk TOD di Bundaran HI dan TOD di Blok M dan juga untuk membangun taman-taman yang ada di Jakarta. Terakhir ya,” tambah Pramono. 

Beberapa taman yang akan dibuka selama 24 jam antara lain Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser yang semuanya berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keputusan membuka taman selama 24 jam ini, kata Pramono, juga berkaitan dengan pengembangan Blok M sebagai kawasan representatif bagi Jakarta di mata dunia internasional. 

“Kita akan bangun TOD-nya di Blok M dan di Bundaran HI dan beberapa taman juga yang akan dibiayai dari KLB,” ujarnya. 

Penataan taman akan meliputi renovasi toilet, perapian area parkir, dan penambahan sarana olahraga seperti jogging track. Pramono menekankan bahwa seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan akan diawasi ketat agar tidak disalahgunakan. 

Baca juga : Gubernur Pram Haramkan ASN Pake Mobil Dinas Buat Mudik

Dengan langkah ini, Pemprov DKI Jakarta berharap menciptakan ruang publik yang aman, nyaman dan ramah lingkungan untuk semua kalangan masyarakat, serta mendorong gaya hidup sehat lewat akses yang lebih luas terhadap taman kota.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense